BERITAKANLAH

Saat ini kita hidup di tengah-tengah arus berita. Berbagai topik dapat kita temukan dengan cepat, bahkan dalam hitungan detik. Mulai dari berita-berita ekonomi, sosial dan politik, olahraga, kesehatan, sampai “gosip artis terbaru”. Tidak hanya menjadi penerima berita, masyarakat kini pun dapat “memproduksi” berita dan menyebarkannya kepada orang-orang lain melalui media sosial. Kemungkinan ini tentu menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk dapat menyebarkan semangat positif dan berbagi kebaikan di tengah masyarakat. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hal yang sebaliknya pun terjadi juga. Ada orang-orang yang dengan sengaja melakukan sesuatu yang “nyeleneh” supaya konten media sosialnya viral dan menjadi berita di mana-mana. Belum lagi aneka hoaks atau berita-berita bohong yang berbedar di mana-mana. Kalau tidak cermat, kita bisa terpengaruh dan memiliki persepsi atau tindakan yang keliru.

Bayangkan jika karya-karya Yesus yang kita baca di Alkitab, terjadi di era media sosial seperti saat ini. Pasti berita tentang-Nya akan semakin mudah menyebar, bahkan sampai ke berbagai penjuru dunia. Dalam teks Injil Minggu ini, kita membaca bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus. Ia juga menyembuhkan banyak orang sakit lainnya dan mengusir setan-setan. (Mrk 1:29-34). Kuasa-Nya menjadi kuasa yang memulihkan dan mencengangkan banyak orang, sehingga Ia pun dicari orang di mana-mana! (Mrk 1:37).

Meskipun tindakan-Nya mencuri perhatian orang banyak, Tuhan Yesus tampaknya tidak ingin orang-orang yang mengikuti-Nya sekadar mengagumi atau bahkan bergantung pada mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya. Terbukti, ketika banyak orang mencari Dia, Tuhan Yesus justru memilih pergi ke tempat lain. Tuhan Yesus tidak ingin orang-orang tersebut salah sasaran! Mukjizat yang terjadi adalah tanda akan hadir-Nya Kerajaan Allah. Sebagai tanda, mukjizat mengajak kita untuk semakin mengenal Allah, bukan sekadar terpukau oleh hal-hal yang ajaib. Ia pun mengajak murid-murid-Nya pergi ke kota-kota lain, sebab kata-Nya, “di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (Mrk 1:38).

Setelah Yesus Kristus naik ke sorga, Ia mempercayakan kesaksian akan berita Injil Kerajaan Allah kepada murid-murid-Nya. Kita pun adalah orang-orang yang diberi kepercayaan itu pada masa kini. Melalui kita, berita tentang kebaikan serta kuasa Allah harus makin tersebar. Apakah kita sudah menggunakan kesempatan yang kita miliki untuk menyatakannya? Pikiran serta tindakan yang kita tunjukkan kepada orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial, turut menjadi cara kita untuk menyampaikan kasih Allah. Mari, terus beritakan! Mari, terus sampaikan! Biarlah seluruh hidup kita mengabarkan cinta kasih-Nya bagi dunia!

 

Oleh : Pdt. Bernadeth Florenza da Lopez