UNDANGAN KESELAMATAN

Tuhan Yesus sering menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan suatu kebenaran tentang Kerajaan Surga. Begitu juga perumpamaan tentang Perjamuan Kawin, beberapa kebenaran penting tentang keselamatan Ia sampaikan :

Pertama, Kerajaan Surga seumpama pesta pernikahan yang menyediakan segala yang terbaik. Mereka yang diundang ke perjamuan nikah itu adalah mereka yang berbahagia. Ironisnya, banyak yang menolak undangan itu dengan berbagai alasan yang sepele. Hal ini menggambarkan, bahwa orang lebih mementingkan urusannya sendiri ketimbang hidup berbahagia dengan Allah.

Kedua, Allah mengundang kita bukan karena kita layak, melainkan karena anugerah-Nya. Sebenarnya kita sendiri tidak layak untuk menghadiri pesta itu. Tanpa undangan Allah itu, kita tidak mungkin bisa ikut perjamuan itu. Siapakah yang bisa bersyukur atas undangan keselamatan itu ? Yakni mereka yang sadar tidak memiliki apa-apa, yang digambarkan orang-orang miskin di pinggir jalan. Merekalah orang-orang yang bisa bersyukur dan menghargai anugerah dari Allah itu.

Ketiga, undangan keselamatan dari Allah itu mau tidak mau harus direspon dengan pertobatan, yang digambarkan dengan menggunakan pakaian pesta saat ikut perjamuan. Tanpa pertobatan ibarat orang yang merasa diri sudah cukup baik, benar dan tidak membutuhkan anugerah-Nya.

Keempat, Allah yang mengundang adalah Allah yang berdaulat, yang harus ditaati. Kalimat “banyak yamg diundang, sedikit yang dipilih” menandakan bahwa Allah berdaulat dan berkuasa untuk menentukan. Bukan kita yang memilih, tetapi Allahlah yang memilih kita.

Bersyukurlah untuk undangan keselamatan dari Allah bagi kita yang sebenarnya tidak layak, dengan cara hidup yang benar di hadapan-Nya

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto