TETELESTAI : Sebuah Kemenangan yang Sempurna

“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” (Yohanes 19:30)

  1. Arti Kata “Tetelestai”
    Kata terakhir Yesus di kayu salib dalam bahasa Yunani adalah Tetelestai. Kata ini bukan sekadar ucapan perpisahan atau keluhan karena kelelahan. Dalam konteks budaya saat itu, Tetelestai memiliki makna yang sangat kuat:
    Dunia Bisnis/Perdagangan: Berarti “Lunas dibayar.” Digunakan ketika sebuah nota tagihan telah diselesaikan sepenuhnya.
    Dunia Imamat: Digunakan oleh imam saat memeriksa domba kurban dan menemukannya “Sempurna tanpa cacat.”
    Dunia Militer: Berarti “Misi telah diselesaikan dengan kemenangan.” Ketika Yesus berseru “Sudah Selesai,” Dia sedang memproklamirkan bahwa hutang dosa manusia telah dibayar lunas, kurban yang sempurna telah dipersembahkan, dan misi penyelamatan umat manusia telah menang mutlak.
  2. Apa yang Sebenarnya Selesai?
    Seringkali kita merasa masih harus “menambah” sesuatu agar layak di hadapan Tuhan. Namun, seruan Yesus menegaskan beberapa hal:
    > Bebas Tuntutan Hukum: Tidak ada lagi tuntutan hukum taurat yang menggantung di atas kepala kita. Seluruh hukuman yang seharusnya kita terima telah ditanggung-Nya.
    > Akses yang Terbuka: Akses kita kepada Bapa yang tadinya tertutup oleh dosa, kini terbuka lebar. Kita bisa menghampiri takhta kasih karunia dengan berani.
    > Kematian adalah Kekekalan: Kematian bukan lagi akhir yang menakutkan, melainkan pintu menuju kekekalan karena Yesus telah mengalahkan sengat maut.

Kesimpulan
Seruan ”Tetelestai” adalah deklarasi Kecukupan Kristus. Keselamatan kita tidak bergantung pada seberapa baik kinerja kita, melainkan pada seberapa sempurna karya Kristus. Kita tidak bekerja untuk mendapatkan keselamatan, melainkan kita bekerja karena kita sudah diselamatkan. Tuhan tidak meninggalkan pekerjaan-Nya setengah jalan; Dia menyelesaikannya sampai tuntas.

Bagaimana kita menghidupi makna “Sudah Selesai” di tengah hiruk-pikuk dunia modern?

  1. Berhentilah Menghukum Diri Sendiri: Jika Kristus sudah melunasi hutang Anda, jangan biarkan rasa bersalah atas masa lalu terus membelenggu. Belajarlah mengampuni diri sendiri sebagaimana Tuhan telah mengampuni Anda.
  2. Status Sebagai Anak Tuhan: Di dunia yang menuntut kita untuk selalu “menjadi lebih” atau “melakukan lebih,” ingatlah bahwa nilai diri Anda tidak ditentukan oleh prestasi, melainkan oleh status Anda sebagai anak Tuhan yang telah ditebus.
  3. Mengucap Syukur: Lakukanlah kebaikan, pelayanan, dan pekerjaan Anda bukan karena takut dihukum atau ingin menyuap Tuhan agar memberkati Anda, tetapi sebagai ungkapan syukur (resiprokal) atas cinta-Nya yang sudah tuntas.
  4. Kemenangan Di Tengah Pergumulan: Apapun “salib” yang sedang Anda pikul saat ini—masalah ekonomi, kesehatan, atau keluarga—ingatlah bahwa titik akhir dari iman kita adalah kemenangan. Jika maut saja sudah dikalahkan-Nya, maka tidak ada pergumulan yang terlalu besar bagi Dia yang sudah menyelesaikan segalanya.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto


No Replies to "TETELESTAI : Sebuah Kemenangan yang Sempurna"


    Got something to say?

    Some html is OK