SUPAYA DUNIA PERCAYA

Sapu lidi adalah sebuah alat sederhana yang sering dipakai untuk menggambarkan tentang kesatuan. Tidak ada orang yang bisa menyapu hanya dengan satu buah lidi. Ketika banyak lidi digabungkan, diikat, barulah ia mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Kalau satu lidi mudah patah, maka lidi-lidi yang digabungkan akan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.

Dalam doa-Nya di Injil Yohanes 17:20-26, Tuhan Yesus mengikat kita untuk menjadi satu, sama seperti diri-Nya dan Bapa adalah satu. Dalam kacamata Trinitas, kita meyakini bahwa karya Tuhan Yesus, Sang Anak, adalah karya Sang Bapa sendiri. Sang Anak sudah ada sejak dulu, bersama-sama dengan Allah. Dalam bahasa Injil Yohanes, kita mengenalnya sebagai Sang Firman (Logos). Karena kasih Allah yang begitu besar bagi dunia, Sang Anak kemudian berinkarnasi, menjadi manusia, mengalami penderitaan, kematian, tetapi juga kebangkitan dan kenaikan ke surga. Sang Bapa dan Sang Anak adalah Pribadi yang berbeda, tetapi satu: satu hakekat, satu misi, satu kasih. Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah Pribadi yang berbeda, sekaligus tidak dapat dipisahkan.

Kesatuan Allah Trinitas itulah yang kemudian menjadi dasar dan sumber bagi kesatuan orang-orang percaya. Dalam kepelbagaian yang ada, para pengikut Kristus dipanggil untuk berada dalam kesatuan yang aktif, yang berupaya untuk saling memberi diri, saling bekerja sama, demi menyatakan cinta kasih Ilahi di tengah dunia. Kesatuan kita adalah juga dasar kesaksian kita; sebagaimana Tuhan Yesus berdoa: “supaya mereka semua menjadi satu,… supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yohanes 17:21). Dengan bersatu, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat, sekaligus menyatakan kesaksian kita supaya lebih berdampak.

Marilah membangun kesatuan di antara kita, baik di tengah keluarga, di tengah gereja, maupun dalam relasi antar gereja dan antar denominasi gereja. Di tengah berbagai perbedaan, tetaplah terikat di dalam Kristus. Ia memanggil kita untuk berpadu dalam kasih dan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan menolong kita.

 

Oleh : Pdt. Bernadeth Florenza da Lopez