Nikodemus dan Lahir Baru

Bermula dari rasa kagum setelah menyaksikan berbagai mujizat yang dilakukan Yesus, mendorong seorang Nikodemus untuk menjumpai Yesus!

Tidak banyak orang yang pandai dan terpandang mau menjadi murid Kristus pada saat itu. Nikodemus adalah satu dari yang tidak banyak itu. Ia adalah seorang Farisi, anggota Sanhedrin, ahli hukum, sarjana terpelajar yang memiliki pengetahuan mendalam tentang Taurat.

Dalam banyak kisah Injil, kita menemukan dan mengetahui spiritualitas para kaum Farisi, yang selalu tampil sebagai oposan terhadap spiritualitas kristiani yang diajarkan Yesus.

Namun demikian, Nikodemus memiliki kerendahan hati untuk tunduk, datang dan berdialog dengan Yesus. Ia tidak merasa sebagai pemilik akhir atau penafsir kebenaran, tetapi selalu merasa haus akan kebenaran.

Itu karena Nikodemus tidak mau terjebak dalam paradigma kelompok elitenya yang merasa paling tahu dan paling benar, lalu menutup pintu rapat-rapat bagi kebenaran itu sendiri. Kebenaran baginya bukanlah milik sekelompok orang yang telah melalui pendidikan akademis dan memiliki standar sertifikasi keahlian tertentu. Tetapi, kebenaran bisa ditemukan dalam dan melalui banyak peristiwa, serta diungkapkan oleh banyak orang.

Bagi Nikodemus, kebenaran sejati laksana roh, angin, jiwa yang tidak dapat kita lihat, ambil, dan genggam lalu mengklaim sebagai pemilik dan juru bicara kebenaran.

Kebenaran hanya bisa ditemukan melalui kemurnian hati, keterbukaan budi, insting yang peka terhadap realitas, sikap kritis terhadap diri sendiri dan peristiwa hidup. Maka di situlah kita akan mengalami lahir baru, seperti Nikodemus! Tidak sekedar kagum atas setiap mujizat-Nya!

 

Salam,
Pdt. Wee Willyanto

Foto: pixabay.com