Iman di Persimpangan Jalan

Pocahontas (1995) adalah sebuah film animasi besutan Disney, yang bercerita tentang kehidupan seorang gadis Indian. Ketika sedang menyusuri sungai dengan sampannya, sampailah ia di persimpangan jalan. Anak sungai yang satu lebih lebar dan berarus tenang, akan aman bila melaluinya.

Tetapi anak sungai satunya lagi lebih sempit, berarus deras, penuh bebatuan, penuh resiko dan kesulitan bila melewatinya.

Sebetulnya itu menggambarkan pergulatan batinnya. Dan di persimpangan jalan, ia memilih untuk melewati anak sungai yang deras dan penuh bebatuan itu, dengan segala konsekuensi.

Situasi di persimpangan jalan tentu tidak menyenangkan! Jalan yang mudah belum tentu jalan yang benar! Jalan yang sulit belum tentu jalan yang salah. Tetapi mana jalan yang harus dipilih?

Sebetulnya Yesus tidak perlu mengalami kesulitan untuk memilih jalan-Nya. Tetapi bayangkan! Bila sedang lapar teramat sangat karena berpuasa 40 hari 40 malam, roti itu begitu menggoda! Banyak orang terhanyut dan malah rela mengorbankan harga diri demi urusan perut!

Begitu pun dengan kekuasaan dan kemewahan, siapa yang tidak tergiur? Banyak orang secara sadar melakukan segala cara dan usaha untuk bisa mendapatkannya atau mempertahankannya, sekalipun harus mengorbankan pihak lain atau nilai-nilai kemanusiaan.

Di persimpangan jalan, Yesus memilih yang benar sekalipun Ia tidak mendapatkan roti, kekuasaan dan kemewahan duniawi. Namun di saat Ia melepaskan itu, Ia memperoleh hal yang lebih bernilai, yakni ketaatan-Nya kepada Allah Bapa.

Saat di persimpangan jalan, kualitas iman kita benar-benar diuji. Salah memilih akan membawa kita kepada kehancuran!

Salam,
Pdt. Wee Willyanto

Foto: Pixabay