Motivasi Mengikut Yesus

Baru saja mereka, termasuk para murid, mengalami pengalaman spiritual ketika Tuhan “menggandakan” 5 roti dan 2 ikan, sehingga 5000 orang lebih bisa makan bersama sampai kenyang. Beberapa saat kemudian, ketika mereka menunggu Tuhan, mereka melihat sosok yang berjalan di atas air. Mereka begitu takut, dan menduga itu hantu!

Mungkinkah mereka belum mengenal Yesus dengan benar? Sepertinya ya! Mereka belum benar-benar memahami bahwa Yesus itu penuh kuasa dan kemuliaan, yang diutus Bapa-Nya. Kurangnya pengenalan mereka terhadap Yesus itulah yang membawa mereka pada ketakutan tak terkendali. Meskipun demikian, Tuhan mengambil langkah bijaksana. Ia terus menuntun para murid untuk mengenal-Nya lebih baik hari demi hari.

Berapa lama lagi? Peristiwa Yesus memberi makan kepada 5000 orang mengundang semangat banyak orang mencari Tuhan Yesus. Sayangnya, motivasi mencari bukan karena percaya atau karena telah mengenal-Nya secara pribadi tetapi untuk sekadar memperoleh keuntungan, terutama urusan perut. Berapa lama lagikah Dia harus tinggal di bumi pada masa itu sehingga orang banyak dapat mengerti ajaran-Nya?

Masa kini, tidak sedikit juga orang yang mencari dan menyembah Tuhan Yesus karena sekedar mencari keuntungan dan berlimpah berkat dari-Nya. Tentu Tuhan dapat memberikan segala berkat yang kita butuhkan. Namun bukan itu yang semestinya kita cari dari-Nya. Bila itu yang menjadi motivasi utama kita mengikut Tuhan, maka itu tidak akan pernah bisa menolong kita untuk mengenal Tuhan dan kehendak-Nya dengan baik. Saat badai menerpa hidupnya, mereka tidak akan pernah bisa merasakan kehadiran-Nya. Padahal Tuhan Yesus selalu punya cara dan memperhatikan hidup kita.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto