BERBAHAGIA YANG BENAR
Setiap orang ingin mengalami kebahagiaan di dalam hidupnya. Maka, tidak mengherankan apabila banyak orang yang bekerja keras, bahkan menghabiskan hidupnya untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan seperti apakah yang seharusnya kita miliki di dalam dunia? Pertanyaan ini menjadi sangat penting karena kita hidup di dalam dunia yang gemar memberikan standar-standar kebahagiaan tertentu. Maka, ketika apa yang kita alami atau capai belum sesuai dengan standar itu, tanpa sadar muncul anggapan bahwa hidup kita belum bahagia.
Di dalam konteks inilah, status sosial ...
TERANG DI TENGAH BAYANG-BAYANG
Kita hidup di tengah bayang-bayang kegelisahan. Ada trauma masa lalu yang membebani kita. Ada persoalan masa kini yang menyesakkan, dan ada ketakutan terhadap masa depan yang masih kabur. Kegelisahan itu merayap pelan di dalam diri kita, mengganggu kenyamanan kita, dan membuat kita sulit bernapas lega. Bayang-bayang bisa berupa rezim yang menakutkan, kabar buruk yang berulang, masa depan yang buram, atau luka lama yang belum sembuh. Bayang-bayang kegelisahan membuat suasana hidup terasa “gelap” walau matahari masih terbit.
Tunggu Momentum
Bayang-bayang yang ...
MELIHAT TUHAN
Ada momen sangat menggetarkan saat Yohanes Pembaptis melihat Yesus mendatanginya. Yohanes yang diliputi kegembiraan dan kekaguman bersaksi, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yoh. 1:29). Ungkapan hati Yohanes bukan sekadar pengenalan identitas Yesus, tetapi kesaksian rohani yang mengubah arah hidup banyak orang.
Yohanes melihat Yesus bukan hanya dengan mata jasmani, melainkan dengan mata iman. Ia mengenali Yesus, tetapi Yesus yang mulia itu tidak menampilkan diri dalam bentuk kekuasaan absolut yang super kuat untuk mengontrol dunia. Sebaliknya, ...
RAIHLAH MASA DEPAN
Banyak orang ingin meraih masa depan, tetapi tidak sedikit yang melangkah ke depan dengan kompas yang rusak. Yohanes memulai Injilnya dengan menegaskan fondasi yang kokoh: “Pada mulanya adalah Firman.” Masa depan, menurut Yohanes, tidak dimulai dari ambisi manusia, melainkan dari Logos, makna terdalam yang mendahului segala rencana dan strategi.
Dalam bukunya 'The Diary of a CEO,' Steven Bartlett berkali-kali menyingkap paradoks modern: semakin canggih perencanaan, semakin rapuh jiwa manusia jika ia kehilangan tujuan yang bermakna. Banyak orang mengejar masa depan ...
Tahun Baru, Tahun Action
Selama bertahun-tahun, gereja terlalu sibuk berkata-kata. Mimbar dipenuhi retorika, ramai slogan, banjir janji, dan kalender gerejawi penuh tema-tema indah. Tidak jarang kata-kata rohani itu berubah menjadi janji ilusi kemakmuran. Iman pun menjadi jalan pintas bagi umat yang ingin meraih sukses, kekayaan, dan kenyamanan diri. Berbagai retorika indah itu sering menyentuh emosi. Kita pun merasa dekat dengan Allah. Tetapi, dekat dengan Allah itu bukan soal rasa, tetapi tindakan nyata. Ini kata Yesus.
Di balik limpahan kata-kata dan retorika itu, gereja sering abai memper...
HADAPI TANTANGAN DENGAN BIJAK
Hidup ini, -kata orang Betawi lama-, bukan cuma soal kuat, tapi tahu kapan mesti minggir. Dan Matius 2:13–23 memberi pelajaran yang tampaknya sederhana, tapi sering bikin kita tersandung: orang bijak bukan selalu yang melawan, melainkan yang tahu kapan harus menghindar.
Herodes yang Paranoid
Herodes adalah contoh klasik orang yang tidak bijak menghadapi tantangan. Ia merasa tahtanya terancam oleh seorang bayi yang lemah, yang belum bisa bicara, apalagi berpolitik. Tapi Herodes panik. Ketakutannya berubah menjadi paranoia. Ia pakai kekuasaan untuk membantai. Ia kira ...
TIKKUN OLAM
Yohanes Pembaptis pernah membayangkan Mesias hadir membawa perubahan besar: membongkar ketidakadilan, menghukum orang fasik, dan memulihkan dunia dengan cara yang sangat dramatis. Yohanes membayangkan revolusi yang cepat dan total.
Tetapi dari dalam penjara, ia mendengar tentang Yesus yang berkarya berbeda: menyembuhkan orang-orang sakit, memulihkan yang terpinggirkan, dan mengabarkan kabar baik kepada orang miskin (Matius 11:2-11). Bukan revolusi besar, melainkan tindakan kasih yang sederhana, konkret, dan perlahan.
Di situ, muncul pertanyaan getir yang ia kirimkan ...
JERITAN BUMI, TANGISAN MANUSIA
Ada saat-saat ketika dunia tidak lagi berbicara dengan kata-kata, tetapi mengeluh, menangis, dan merintih. Hutan kehilangan senandungnya, karena kita tahu ia sedang sakit. Sungai tidak lagi mampu bersuara. Keceriaan airnya lenyap seketika oleh keruhnya tanah dan balok kayu. Udara tidak lagi segar semerbak dan kita menghirup bau busuk keterlukaannya. Semua karena ketamakan!
Rasul Paulus berkata: “Segala makhluk mengeluh” (Roma 8:22). Alam tidak diam. Alam sedang mengaduh, seperti seorang ibu yang menahan sakit bersalin, karena ia menantikan kelahiran dunia yang baru, ...
KEJATUHAN & PENGAMPUNAN
Bacaan Alkitab: Kejadian 3 : 8-9
Boleh dikata, Adam adalah orang paling beruntung se dunia. Sebagai manusia pertama yang Tuhan ciptakan, ia diberi fasilitas super wah. Ya, Taman Eden menyediakan segala kebutuhan demi menunjang kehidupan Adam, bahkan lebih dari kata cukup dan sekalipun ia tidak bisa menawar seperti apa teman hidupnya, tetapi Tuhan ciptakan Hawa dari tulang rusuknya. Maka, mereka menjadi pasangan sempurna. Seluruh Taman Eden bisa mereka miliki dan kelilingi tanpa ada seorang pun yang protes. Manusia zaman sekarang tentu ingin hidup seperti Adam dan Hawa.
...
PELAJARAN DARI DUA PENGINTAI
Di tengah perjalanan bangsa Israel menuju Kanaan, tanah yang dijanjikan, Allah memerintahkan Musa untuk mengutus 12 pengintai dari 12 suku Israel untuk menjelajahi tanah Kanaan (Bilangan 1:1-2).
Lalu Musa memberikan perintah kepada mereka: "Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak; dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di tempat-tempat yang ...

