Bagaimana Bertumbuh & Berbuah di Dalam Kristus

Bagaimana bertumbuh dan berbuah di dalam Yesus Kristus? Ini pertanyaan penting karena ada banyak orang yang meski sudah tahunan mengikut Kristus, tetapi sama sekali tidak bertumbuh. Mereka seperti bayi. Hidupnya penuh tangisan. Persoalan sekecil apa pun sudah membuatnya goyah. Mereka sangat rapuh. Kedua, ada yang kelihatannya bertumbuh tetapi tidak berbuah. Jadi, tidak berguna! Padahal kita butuh orang Kristen yang bertumbuh kuat dan berbuah lebat.

Jadi, apa resepnya agar bertumbuh dan berbuah di dalam Yesus Kristus? Ada 3 syarat! Pertama, Kita harus mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Allah, Sumber kehidupan yang menyelamatkan dunia ini. Yesus katakan “I am the True Vine” Akulah pokok anggur! Akulah sumber kehidupan itu. Segenap ranting harus bersandar dan melekat kepada-Ku. Pengakuan ini memberi kita kekuatan dalam menghadapi tantangan, persoalan dan masalah apa pun. Kita menjadi yakin bahwa Allah menyertai kita. Kita percaya bahwa Allah dalam Yesus pasti menolong kita. Orang yang bersandar pada Allah di dalam Yesus sebagai the True Vine tidak akan bermental kerupuk atau tahu yang mudah hancur. Dia tidak juga bermental telur yang mudah pecah. Sebaliknya, mentalnya akan seperti bola tenis yang makin dibanting makin melenting. Kuncinya adalah percaya pada Allah di dalam Yesus Kristus

Kedua, agar bertumbuh dan berbuah kita harus tinggal di dalam-Nya. Abide in Jesus! Live with Him. Connected with Him. Artinya, libatkan Allah dalam segala sesuatu. Saat ditanya, apa kunci kekuatan spiritualitasnya? Suster Teresa menjawab hanya tiga kata. Aku ucapkan ketiga kata itu setiap pagi saat baru bangun dari tidur. Ketiga kata itu adalah “Good Morning Jesus!” Melalui tiga kata ini, Suster Teresa, melibatkan Yesus dalam hidup dan pergumulannya. Kita harus belajar untuk tinggal di dalam-Nya. Selalu connected dengan Yesus melalui doa, membaca Kitab Suci atau mendengarkan lagu-lagu rohani, aktivitas persekutuan bersama, sharing iman dan sharing doa. Saat di dalam Dia, kita akan rasakan betapa Yesus hidup dan berkarya dalam hidup kita.

Ketiga, lebih bersifat sosial yaitu kita harus berbuah melalui action. Apa gunanya pohon anggur bila tidak berbuah anggur yang manis. Apa gunanya pohon mangga atau pohon sirsak bila tidak berbuah nikmat. Tidak ada gunanya. Useless! Pohon-pohon itu diukur dari buahnya. Kita pun diukur melalui buah iman kita yaitu action. Kita dinilai bukan dari apa yang kita yakini, bukan dari gereja atau agama yang kita pegang. Bukan dari baju atau kalung salib besar yang kita pakai. Kita dinilai dari perbuatan baik yang yang diarahkan kepada sesama. Kita dinilai dari pelayanan, perhatian dan cinta kita kepada siapa pun. Gereja yang baik juga tidak dinilai dari besar atau megahnya gedung, dari banyaknya kolekte atau dari banyaknya jumlah anggota jemaat, tetapi dari pelayanan kasih kepada siapa pun dan dari solidaritas, cinta dan spirit perdamaian yang kita tebarkan di tengah masyarakat.

Marilah kita terus bertumbuh makin kuat tetapi marilah juga kita makin berbuah dan menjadi berkat bagi siapa pun. Tuhan pun akan dimuliakan! Amin!

 

Oleh : Pdt. Albertus Patty