YANG PERLU ANDA KETAHUI

PINDAH ANGGOTA DARI GEREJA LAIN
(ATESTASI MASUK)

Anggota gereja lain yang ingin menjadi anggota GKI dapat diterima setelah melampaui prosedur :

Calon anggota berasal dari Gereja yang seajaran :

  1. GKI menerima anggota Gereja lain yang seajaran melalui Surat Atestasi atau Surat Keterangan Pindah dari Gereja asal.
  2. Calon anggota perlu mengisi data pribadi secara lengkap sesuai dengan formulir yang disediakan, dan melengkapi lampiran yang diperlukan sebagai berikut :
    a. Fotokopi akta kelahiran
    b. Fotokopi surat baptis dan surat SIDI
    c. Foto 3×4=3 lembar, 2×3= 1 lembar
  3. Calon anggota harus menghadiri Pertemuan Calon Anggota untuk mendapatkan penjelasan tentang keanggotaan gereja, khususnya tentang jemaat GKI Jl. Maulana Yusuf No. 20 Bandung pada waktu yang telah ditentukan.
  4. Calon anggota dianggap perlu untuk mengikuti beberapa kali pembinaan guna memperoleh bekal dalam kehidupan bergereja dan berjemaat di GKI Jl. Maulana Yusuf No. 20 Bandung.
  5. Setelah semua persyaratan administratif dipenuhi, Majelis Jemaat akan menerbitkan Surat Pernyataan Keanggotaan, mencatatkannya dalam Buku Induk Keanggotaan dan penerimaan anggota ini diwartakan kepada jemaat. Kepada anggota tersebut diberikan Buku Keanggotaan.

 

Calon anggota bukan berasal dari gereja yang seajaran :

  1. Anggota dari Gereja lain yang tidak seajaran dapat menjadi anggota GKI setelah memahami dan menyetujui, baik ajaran maupun Tata Gereja GKI. Penerimaannya dilaksanakan melalui Pengakuan Percaya/Sidi.
  2. Bagi anggota dari Gereja yang tidak melaksanakan baptisan, maka penerimaannya harus melalui Baptisan Kudus.

(Tata Laksana GKI Pasal 58)

Untuk keperluan perpindahan keanggotaan menjadi anggota GKI Maulana Yusuf, dapat menghubungi Kantor Sekretariat Gereja pada jam kerja.

 

PERSEMBAHAN

1. Persembahan Dalam Kebaktian Minggu

Dalam kebaktian minggu, ada gereja yang mengumpulkan satu, dua bahkan tiga kantong persembahan dalam setiap kebaktian minggu, tergantung dari pergumulan jemaat itu.

“Tradisi” pengumpulan persembahan dalam suatu pertemuan jemaat sudah terjadi sejak jaman Perjanjian Lama. Dalam kebaktian-kebaktian bangsa Israel, setiap orang yang hadir dalam kebaktian itu diharuskan membawa persembahan bagi Tuhan. “…….. janganlah orang menghadap ke hadirat Ku dengan tangan hampa,” (Keluaran 23, 15b, Ulangan 16 : 17).

Dalam kebaktian-kebaktian jemaat saat ini, anggota jemaat diberi kesempatan untuk memberikan persembahan sebagai peran sertanya dalam mendukung pekerjaan Tuhan. Bagi kita, memberi persembahan bukanlah merupakan suatu kewajiban, tetapi merupakan suatu karunia tersendiri. Memberi persembahan adalah suatu kesempatan dan suatu kehormatan yang harus dilakukan dengan sukacita dan dengan penuh kerelaan, sesuai dengan berkat yang telah Tuhan berikan.

Memberi persembahan harus dilakukan dengan rasa hormat sebagai pencerminan hormat dan kasih kepada Tuhan, dengan suatu prinsip “memberi yang terbaik” bagi Tuhan. Memberi yang berbaik berarti memberi persembahan yang memang sudah disiapkan. Memberi yang terbaik tidak selalu berarti harus memberi banyak, tetapi sedapat mungkin memberikan mata uang yang baik, bukan yang sudah sangat lusuh dan berbau, memberi uang yang sudah tidak laku di pasaran atau memberi uang yang telah dilipat-lipat sampai kecil hingga sulit dibuka.

 

2. Persembahan Bulanan

Persembahan bulanan ialah persembahan yang diberikan oleh anggota jemaat setiap bulan. GKI Jl. Maulana Yusuf No. 20 Bandung menyediakan sampul-sampul persembahan bulanan bagi para anggota sidi, agar para anggota dapat menyisihkan sebagian penghasilan yang diterimanya bagi pekerjaan Tuhan melalui Gereja-Nya. Sampul-sampul persembahan bulanan itu disediakan di muka pintu masuk.

Persembahan bulanan bukanlah merupakan iuran para anggota gereja. Persembahan bulanan juga bukan semacam pajak yang ditarik oleh gereja kepada anggotanya, sehingga tidak ada ketentuan persentasi tertentu dari penghasilan seorang anggota gereja yang harus dipersembahkan setiap bulan.

Persembahan bulanan merupakan janji iman seorang yang telah merasakan berkat dan kasih Kristus dalam hidupnya. Dengan memberi persembahan bulanan secara teratur, seorang anggota gereja menyisihkan sebagian penghasilannya bagi Pekerjaan Tuhan. Besarnya persembahan bulanan tentu harus sebanding dengan rasa syukur yang ingin diungkapkan oleh seorang anggota jemaat.