WARISAN DAMAI SEJAHTERA

Ketika saya tinggal bersama teman-teman di asrama Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana dulu, ada sebuah lagu yang sering kami nyanyikan bersama. Lagu tersebut mempunyai lirik sebagai berikut:

Shalom, itulah panggilan kita
Shalom, di dalam hidup bersama
Shalom, pancarkan pada dunia
Shalom, shalom, shalom

Sebuah lagu yang sangat sederhana, tetapi sesungguhya memiliki makna yang mendalam. Apa itu shalom? Dia bukan sekadar sapaan pembuka bernada “Kristiani”. Shalom berarti damai sejahtera. Di dalam shalom terkandung nilai kedamaian, persatuan, keselamatan, kesejahteraan, kesehatan, keadilan, serta persekutuan. Shalom bukanlah sekadar situasi tanpa masalah dan tantangan. Sebaliknya, shalom merupakan damai sejahtera yang tetap hadir bahkan di tengah gejolak dan persoalan kehidupan.

Dalam Injil Yohanes 14:27 yang menjadi bagian dari bacaan kita hari ini, Tuhan Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Dalam amanat perpisahan-Nya dengan para murid, Tuhan Yesus mewariskan damai sejahtera-Nya kepada para murid. Secara fisik, para murid akan berpisah dengan Sang Guru. Meskipun demikian, penyertaan-Nya akan tetap hadir untuk menemani mereka. Jalan yang akan para murid hadapi ke depan sama sekali tidak mudah. Berbagai tekanan akan mereka rasakan sebagai para pengikut Kristus. Namun, damai sejahtera yang diberikan oleh Tuhan Yesus menjadi jaminan bagi para murid untuk tetap bertahan dan mengatasi berbagai ketakutan serta kegelisahan yang ada. Karena damai sejahtara yang Kristus berikan, para murid dapat tetap menyatakan kesaksian dan kesetiaan iman mereka bahkan di tengah segala kesulitan dan tantangan.

Damai sejahtera yang Tuhan Yesus berikan kepada para murid, adalah damai sejahtera yang juga Ia berikan kepada kita semua. Di tengah berbagai hal yang bisa saja merenggut kedamaian batin kita, Kristus menjadi jaminan kekuatan serta pengharapan kita. Ia sungguh-sungguh tidak meninggalkan kita semua. Damai sejahtera-Nya memampukan kita untuk dapat bertahan menghadapi berbagai kegelisahan hidup. Mari, resapi damai-Nya! Dan mari, pancarkan damai itu kepada siapapun yang kita jumpai di sekeliling kita. Tuhan memberkati.

 

Oleh : Pdt. Bernadeth Florenza da Lopez