MESKI DERITA MENDERA

Kidung Jemaat 375 merupakan lagu yang cukup populer di kalangan orang Kristen. Judulnya adalah “Saya Mau Ikut Yesus.” Melodi dan lirik lagu ini sangat sederhana, tetapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah luar biasa. Lagu tersebut berkata, “Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.” Bagi kita mungkin mudah untuk sekadar menyanyikan lirik lagu tersebut. Namun, untuk menghayati dan benar-benar melakukannya? Tidak semua orang bersedia. Banyak orang yang akhirnya justru pergi dan meninggalkan Yesus ketika tantangan dan penderitaan mendera.

Kepada banyak orang, Tuhan Yesus seringkali mengungkapkan bahwa mengikuti jalan-Nya merupakan situasi yang penuh bahaya dan resiko. Itulah sebabnya, Ia beberapa kali menegur orang-orang yang mengikuti-Nya hanya demi kenyamanan dan popularitas. Dalam bacaan Injil hari ini, Ia pun memarahi Petrus yang berpikir begitu sempit dan bertindak seolah melindungi Sang Guru (Mrk 8:31-33). Yesus tidak datang ke dalam dunia untuk sekadar memperoleh simpati orang banyak. Ia bahkan rela kalau demi sesuatu yang benar, orang-orang justru membenci dan menghina-Nya. Bagi Yesus, kehendak Bapa-Nya menjadi hal utama yang harus dilakukan, apapun respons yang diberikan orang lain terhadap diri-Nya.

Di tengah dorongan untuk memperoleh berbagai kesenangan dan kenyamanan hidup, bersediakah kita untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Tuhan? Di tengah hasrat diri untuk merasa diterima bahkan dipuji oleh orang lain, bersediakah kita untuk tetap mengutamakan kesetiaan kita pada Kristus dan dengan demikian, kita rela untuk mengalami penolakan karena kesetiaan itu? Biarlah masa Pra-Paskah yang sedang kita jalani saat ini, menjadi momentum bagi kita untuk terus memeriksa dan memurnikan diri dalam menjalani panggilan kita untuk mengikut Kristus.

 

Oleh : Pdt. Bernadeht Florenza da Lopez