MENGASIHI KELUARGA DENGAN KASIH TUHAN

Minggu ini merupakan akhir dari seluruh rangkaian acara Bulan Keluarga 2021 GKI Maulana Yusuf. Selama satu bulan lebih kita telah dituntun untuk memaknai hidup berkeluarga melalui ibadah-ibadah, pujian, serta berbagai acara lainnya. Ada banyak tawa serta sukacita yang dirasakan. Di saat yang sama, momen ini juga mengingatkan kita bahwa hidup berkeluarga sejatinya merupakan sebuah perjuangan. Setiap kita, di tengah keluarga kita masing-masing, mungkin menghadapi berbagai tantangan. Baik tantangan yang bersifat eksternal, maupun tantangan yang ada dalam tubuh keluarga kita sendiri. Bagi banyak orang, keluarga dapat menjadi tempat untuk menemukan kekuatan serta penerimaan. Namun, tidak dapat dipungkiri, ada orang-orang yang justru merasakan bahwa keluarga adalah situasi yang membuat dirinya merasa tidak nyaman, bahkan tertekan.

Di tengah kenyataan tersebut, semakin jelaslah bahwa hidup berkeluarga memang tidak dapat kita lalui dengan pikiran dan kekuatan kita semata. Sebagai keluarga, kita perlu untuk selalu bersedia dipimpin, diisi, serta dipenuhi oleh kasih Tuhan sendiri. Sebagai manusia kita kerap akan berhadapan dengan keterbatasan-keterbatasan kita dalam mengasihi dan menerima orang lain. Rasa jengkel, amarah, bahkan kebencian dan dendam, bisa jadi hadir dalam kehidupan keluarga kita. Seorang bernama Anne Porter berkata, “Kebencian tidak perlu diajarkan, ia akan muncul sendiri begitu ada pemicunya. Sebaliknya, cinta harus dipelajari, dan dipelajari lagi, dan terus dipelajari; tidak ada habisnya.”

Itulah sebabnya, dalam berita Injil hari ini (Markus 12:28-34), Tuhan Yesus menekankan kasih sebagai hukum yang terutama. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Keduanya menjadi hal yang yang perlu untuk terus kita pelajari lagi dan lagi, agar seperti firman Tuhan, kita dapat mengasihi Allah dan sesama dengan seluruh keberadaan diri kita. Sekali lagi, hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi seluruh hidup kita adalah medan pembelajaran untuk dapat melakukan apa yang menjadi panggilan Allah. Apapun masa lalu keluarga kita, apapun situasi yang saat ini sedang kita hadapi sebagai keluarga, semoga kasih Allah menjadi awal yang baru bagi kita untuk bisa mengasihi orang-orang yang sudah Tuhan hadirkan dalam hidup kita.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Panitia HUT ke-54 dan Bulan Keluarga GKI Maulana Yusuf 2021. Kerja keras serta perhatian Saudara-Saudara adalah bukti nyata hadirnya kasih Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati kehidupan serta pelayanan Saudara-Saudara semua.

 

Oleh : Pdt. Bernadeth Florenza da Lopez