KETERBUKAAN YANG MEMULIHKAN DI TENGAH KELUARGA

Ada ungkapan mengatakan “lebih baik terluka karena kejujuran daripada bahagia karena kebohongan”. Kejujuran dan keterbukaan menjadi salah satu hal yang utama dalam berkomunikasi. Hubungan atau relasi yang berdasarkan kejujuran dan keterbukaan akan menghasilkan rasa saling percaya satu dengan yang lain. Dalam relasi di keluarga, komunikasi yang jujur dan terbuka sangat diperlukan agar setiap anggota keluarga dapat saling memahami dan percaya satu sama lain. Namun, di masa sekarang sikap terbuka dan saling jujur dalam keluarga nampaknya menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tiap anggota keluarga kadang terlalu asyik dengan dunianya dan tidak lagi terlalu peduli dengan yang lainnya. Apalagi jika dalam keluarga tersebut keharmonisan dan kedekatan relasi tidak terlalu nampak.

Doa adalah salah satu bentuk komunikasi antara manusia dan Allah. Dalam doa, manusia berjumpa dengan Allah, ia dapat mengungkapkan apapun dan mendengarkan suara-Nya. Doa adalah koneksi tanpa batas yang memungkinkan manusia dan Allah saling mengenal lebih dekat dan akrab. Yakobus menekankan pentingnya berdoa dalam kehidupan beriman orang percaya. Penekanan pentingnya doa ditunjukkan dengan penjelasan bahwa ketika sakit, kita dapat berdoa memohon kesembuhan. Dengan kata lain, sakit merupakan gambaran dari tiada pengharapan, kelemahan dan keterbatasan manusia, tetapi doa menjadi cara yang membuat manusia keluar dari pergumulan tersebut. Yakobus memberikan kekuatan kepada orang-orang Kristen yang sedang mengalami kesulitan. Doa yang sungguh-sungguh, artinya doa yang terus mencari pimpinan Tuhan dalam hidup kita, mencari tahu apa yang harus kita kerjakan di tengah-tengah kesulitan yang kita hadapi, dan melakukannya.

Keterbukaan terhadap Tuhan melalui doa akan memampukan setiap anggota keluarga untuk dapat saling mendukung dan menyemangati. Perbedaan pendapat, keinginan dan respon membuat relasi yang ada menjadi terganggu sehingga menimbulkan konflik. Agar relasi kembali harmonis maka keterbukaan untuk saling mengakui kesalahan harus terjadi. Relasi yang dipulihkan adalah relasi yang mau untuk saling terbuka, jujur dan mengampuni satu sama lain.

 

Oleh : Pdt. Esther Setianingrum