KERASUKAN SETAN

Dalam ibadah hari Minggu yang tenang, tiba-tiba seorang pemuda berteriak-teriak, lalu berguling-guling dan mengalami kejang di lantai. Jemaat yang hadir pun panik. Ibadah terhenti. Beberapa orang mengambil inisiatif. Sang pemuda dipindahkan ke ruang lain. Ibadah dilanjutkan, tetapi umat sudah sulit berkonsentrasi. Mereka saling berbisik tentang kejadian tadi. Ada yang bilang pemuda itu kerasukan setan. Mereka bingung karena dalam ibadah Minggu bisa ada yang kerasukan setan. Setelah ibadah usai, seorang dokter ahli saraf, yang ikut menangani pemuda tadi, meminta waktu menjelaskan kondisi sang pemuda. Menurut sang dokter pemuda terserang epilepsi, gangguan saraf akibat pola aktifitas listrik yang berlebihan di otak seseorang. “Sang pemuda sudah OK,” kata sang dokter. Penjelasannya membuat semua lega.

Orang sering terlalu gampang melabel peristiwa yang dialami pemuda itu sebagai kerasukan setan. Kesimpulan yang serampangan. Tanpa didukung data. Ini mirip dengan peristiwa lain. Di saat ibadah persekutuan seorang gadis berteriak histeris. Lalu, ia bertepuk tangan. Gaduh! Matanya melotot, ia pun berguling-guling di lantai. Menariknya, peristiwa itu menghasilkan dua kesimpulan berbeda. Sebagian menduga gadis itu kerasukan setan. Ada yang yakin gadis itu terserang epilepsi. Mana yang benar? Dibutuhkan data dan parameter yang tepat agar kesimpulannya benar.

Parameter
Dua kasus di atas menjadi ‘warning’ agar orang tidak tergesa mengambil kesimpulan. Paling sedikit ada dua parameter yang perlu digunakan sebelum mengambil kesimpulan. Secara prinsip orang yang terserang epilepsi dan orang yang kerasukan setan memiliki kemiripan. Apa? Keduanya membuat penderitanya tidak mampu mengontrol diri. Mereka melakukan apa yang mereka tidak kehendaki. Mereka berteriak-teriak, berguling, dan mengalami kejang-kejang di sekujur tubuh. Orang yang kerasukan setan yang ditemui Yesus di Gerasa pun mengalami gejala yang sama (Lukas 8:26-39). Dia berteriak-teriak, berguling, mengalami kejang di tubuh, bahkan tidak sadar ketika dia menelanjangi dirinya.

Pada masa kini, orang yang kerasukan setan tidak selalu kehilangan kesadarannya. Bisa saja mereka memiliki kesadaran penuh, tetapi kata-kata dan tindakannya memiliki tujuan yang sangat bertentangan dengan kehendak Allah. Artinya tindakan mereka merugikan sesama, menghancurkan persaudaraan antar manusia, dan menciptakan ketidakharmonisan di alam raya ini.

Dalam kisah di Alkitab, setan adalah makhluk yang memberontak dan melawan kehendak Allah. Setan menggunakan manusia yang sudah dipengaruhinya untuk merusak visi dan rencana keselamatan yang Allah kerjakan bagi umat manusia dan dunia. Jadi, mereka yang kerasukan setan bisa dinilai dari kata-kata dan tindakannya. Mereka yang kerasukan setan bisa muncul dalam diri siapa pun. Bisa saja mereka yang kerasukan setan adalah para pejabat pemerintahan yang kebijakannya mendiskriminasi sesama dan mengkorupsi dana rakyat. Mereka yang kerasukan setan bisa muncul dalam diri pengusaha yang menindas dan merebut tanah rakyat serta merusak alam raya demi meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Para pemuka agama yang kerasukan setan adalah mereka yang mengkorupsi dana umat, memecah-belah persekutuan di dalam gereja demi kekuasaan, atau mereka yang menjadikan agama sebagai instrumen politik demi kepentingan meraih jabatan. Nampak, setan sudah memasuki dan mengintervensi ranah keagamaan. Pantas saja, di Alkitab ada cerita menarik dimana setan mencobai Yesus dengan menggunakan ayat-ayat kitab suci. Artinya, ayat-ayat suci bisa digunakan oleh malaikat tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh setan.

Ternyata kerasukan setan bisa bermetamorfosa dalam berbagai bentuk dan tindakan yang merusak diri sendiri, merusak persekutuan gereja dan menghancurkan relasi dengan alam raya ini. Kita butuh Tuhan agar tidak mengalami kerasukan setan, sebaliknya mampu menjadi agen Tuhan dalam melawan agen setan yang merusak gereja, agama dan kemanusiaan. Kita juga harus menjadi agen Tuhan yang menciptakan keadilan dan perdamaian bagi semua dan bagi alam raya ini.

 

Oleh : Pdt. Albertus Patty