KEPEDULIAN YANG MEMBEBASKAN
Sekarang ini, kepeduliaan sering kali dimaknai sebagai sesuatu yang sederhana: menolong ketika ada yang membutuhkan, bertanya ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, atau hadir ketika saudara kita sedang berduka. Semua itu memang merupakan bentuk kepedulian. Namun, sebagai orang percaya, kepedulian yang sungguh seharusnya tidak berhenti sebagai kebiasaan baik atau sekadar tuntutan moral saja. Kepedulian hendaknya memiliki makna yang jauh lebih dalam, yaitu sebuah proses untuk membuka diri agar dipakai Tuhan menjadi alat-Nya dalam menyatakan kasih-Nya.
Kita bisa melihat contoh kepedulian yang baik dalam Matius 18:15, Yesus berkata, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia…” Ketika ada orang yang sedang membutuhkan pertolongan, umat Tuhan dipanggil untuk turut ambil bagian. Namun, kepeduliaan itu didasarkan pada sebuah pemahaman bahwa Tuhan hendak hadir untuk menolong umat-Nya lewat aksi dan keberadaan kita. Kepeduliaan menjadi membebaskan, karena membantu orang menyadari bahwa dirinya berharga di mata Tuhan dan bisa bangkit dari keadaan yang sedang membelenggunya.
Di dalam dunia ini, ada orang yang hidupnya dihantui oleh rasa bersalah dan merasa dirinya tidak layak. Mungkin ada di antara kita yang sedang menghadapi konflik dalam keluarga. Mungkin ada juga yang sedang terluka karena perkataan atau tindakan sesamanya. Ada pula yang mulai menjauh dari persekutuan karena merasa tidak diterima. Mereka membutuhkan sosok yang mau datang, menemani, dan mendengarkan di dalam keadaan-keadaan tersebut.
Mungkin, kita sebagai manusia tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang ada di dalam dunia, tetapi kiranya karena melalui kehadiran kita, kasih Tuhan menjadi nyata. Kita mungkin tidak dapat menyembuhkan luka masa lalu dengan cepat, tetapi kita dapat menemani mereka dalam proses pemulihan. Kita mungkin tidak selalu memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kehidupan, tetapi kita dapat menemani sehingga orang memiliki kembali pengharapan di dalam Tuhan.
Karena itu, marilah kita melihat kepedulian bukan hanya sebagai kebiasaan untuk berbuat baik. Kepedulian adalah kesempatan untuk mengambil bagian dalam karya kasih Allah. Ketika kita mengunjungi yang sakit, menguatkan yang lemah, mendengarkan yang terluka, menegur dengan kasih, atau menemani seseorang yang sedang jatuh, Tuhan sedang memakai kehidupan kita untuk menyampaikan kasih-Nya.
Kiranya gereja senantiasa menjadi komunitas yang tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi juga sungguh-sungguh menghadirkan kasih kepedulian yang nyata. Biarlah melalui kepedulian kita, banyak orang menemukan jalan untuk kembali kepada Tuhan. Setiap kita dapat dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan kepedulian, dan kiranya Tuhan senantiasa memakai kita untuk menyatakan kepedulian-Nya. Tidak perlu harus dengan tindakan-tindakan yang besar atau fantastis, tetapi melalui tindakan sederhana namun konsisten, kita bisa menghadirkan sukacita yang membebaskan senantiasa di dalam kehidupan. Tuhan memberkati kita semua.
Amin.
Oleh : Pdt. Zeta Dahana
- S Prev
- s

Got something to say?