KENALI SUARA ALLAH DAN IKUTI

Bagaimana kita mengenali suara Allah? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Lihatlah kisah Samuel kecil! Ia mendengar suara Allah sampai 3 kali namun tidak mengenalinya sampai dia diberi petunjuk oleh Imam Eli (1 Samuel 3 : 1 – 10)

Bila Samuel yang hidup di zaman itu saja begitu sulit, apalagi kita yang hidup di zaman sekarang. Kendala kita bukan hanya banyaknya informasi yang kita dengar, tetapi bisa jadi suara pikiran kita yang lebih didengar dan diikuti. Akibatnya, suara Allah, sekeras apapun itu disuakan, kita lebih mendengar suara pikiran kita sendiri.

Yesus mengatakan, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). Ya, seekor domba akan mendekat dan mengikuti suara yang dikenalnya, yakni pemiliknya daripada suara orang lain yang tak dikenalinya sekalipun dengan iming-iming makanan yang enak.

Untuk mengenali suara Allah, kita perlu menggunakan waktu bersama dengan Dia setiap hari. Makin sering kita menggunakan waktu secara intim bersama Tuhan dan Firman-Nya, makin mudah kita mengenali suara Tuhan dan pimpinan-Nya dalam hidup kita.

Allah selalu ingin berbicara kepada kita supaya kita dapat mengerti kebenaran-Nya dan mengikuti-Nya. Allah dapat saja berbicara secara lisan kepada manusia, melalui setiap Firman yang kita dengar dan gumuli, melalui setiap peristiwa hidup yang terjadi, bahkan dari setiap nasihat dari orang-orang di sekitar kita.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto