KEBENARAN

Pernahkah Saudara menyaksikan acara perbincangan yang disiarkan di media televisi kita? Seringkali pihak media sengaja mengundang dua atau lebih narasumber dari sudut pandang yang berbeda sehingga terjadilah diskusi yang hangat, bahkan ‘panas’. Masing-masing narasumber mengemukakan ‘kebenaran’ versinya dan akan terus mempertahankan pendapat itu walaupun banyak sanggahan yang disampaikan.

Dalam semangat kebersamaan, perbedaan pendapat justru dapat memperkaya perspektif. Hal tersebut dapat terjadi kalau masing-masing pihak menyadari bahwa ‘kebenaran’ versinya belumlah lengkap dan sempurna. Selalu ada keterbatasan yang perlu diisi dari sudut pandang yang lain. Kebenaran perlu dipandang sebagai sesuatu yang tidak dimiliki secara absolut oleh seseorang atau sekelompok orang. Untuk menemukan kebenaran yang sejati, kita harus terus saling belajar, saling mendengarkan, dan saling memperkaya.

Persoalannya, di tengah masyarakat, yang seringkali terjadi justru sebaliknya. Banyak orang meyakini bahwa diri atau kelompoknya memiliki kebenaran yang absolut, dan dengan demikian dapat menjatuhkan bahkan melenyapkan pihak-pihak lain yang berbeda. Ketika seseorang atau sekelompok orang sudah merasa menjadi yang ‘paling benar’, maka masukan dari pihak lain acapkali dianggap sebagai ancaman. Kerendahan hati untuk mendengarkan dan mengoreksi diri pun lenyap. Yang berbeda adalah musuh!

Sebagai pribadi yang terbatas, tidak ada satu pun di antara kita yang secara absolut memiliki kebenaran. Sebaliknya, kebenaran itu sendiri harus terus-menerus dicari dan diusahakan dalam hidup! Dalam iman, kita meyakini bahwa kebenaran dalam diri hanya mampu ditimbulkan dari hubungan kita dengan Tuhan. Semakin kita bersekutu dengan Tuhan, semakin kebenaran-Nya mewarnai pikiran kita, termasuk semakin rendah hati pula kita untuk belajar dari sesama. Jadi, ketimbang merasa selalu ‘paling benar’, marilah kita bertumbuh dalam relasi dengan Kristus dan mengusahakan agar kebenaran-Nya dapat hadir dalam hidup dan lingkungan kita.

 

Oleh : Pdt. Bernadeth Florenza