Ia Bersamamu Di Buritan

Bagi beberapa orang murid yang berprofesi sebagai nelayan, menghadapi topan adalah hal yang biasa! Tetapi kali itu mereka berhadapan dengan topan yang begitu dahsyat! Seketika mereka dicekam rasa takut teramat sangat. Dan dalam kepanikan, mereka segera berkata kepada Yesus yang sedang bersama-sama mereka, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Markus 4: 38)

Perkataan mereka itu menimbulkan pertanyaan, apakah Yesus memahami ketakutan mereka dan peduli? Masalahnya bukan Yesus tidak peduli, tetapi karena para murid tidak menyadari bahwa Yesus bersama mereka. Ya, Yesus ada di sana, di buritan, yang juga mengalami goncangan hebat karena topan itu! Maka, setelah meredakan topan yang dahsyat itu, Yesus memberikan tanggapan, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Markus 4: 40)

Ketakutan secara berlebihan, selain bisa melemahkan kerja akal sehat kita, juga bisa melumpuhkan iman kita! Sebetulnya para murid tahu Yesus berada di situ saat topan mendera, dan mereka sudah mengenal Yesus cukup baik. Tetapi mengapa perkataan mereka itu seolah-olah mereka tidak mengenal-Nya?

Pertumbuhan rohani dan pengenalan kita akan Yesus memang tidak terjadi dalam sekejap mata. Ketika Tuhan seolah “tidur”, tidak bergeming saat badai hebat menghantam hidup kita, kita diuji untuk menghayati bahwa sesungguhnya Dia peduli dan terlibat penuh. Dia sebenarnya berada bersama kita di buritan. Seandainya Tuhan tidak tidur, tetapi langsung bertindak menolong setiap masalah yang dialami para pengikut-Nya, apa dampaknya pada pembentukan iman mereka? Jika Dia surut sesaat, di saat itulah kita memiliki dua kesempatan:

1). Kesempatan untuk menyadari pentingnya Dia bagi kita
2). Kesempatan bagi kita untuk mengungkapkan kebergantungan kita kepada-Nya.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto