HIDUP YANG DIBARUI OLEH SANG FIRMAN

Ketika gereja-gereja mengalihkan kegiatan dan pelayanan menjadi pelayanan berbasis online atau daring, khususnya kegiatan Pemahaman Alkitab dan persekutuan muncul komentar-komentar dari beberapa anggota jemaat. Apakah sama Pemahaman Alkitab dan persekutuan di gereja dan di rumah dengan media video call group atau online meeting? Situasi dan kondisi Indonesia yang belum aman karena pandemi Covid-19 rupanya tidak menyurutkan semangat anggota jemaat dan simpatisan untuk terus menggali dan mengalami pertumbuhan iman.

Pertumbuhan iman diyakini dapat diperoleh melalui ketekunan belajar Kitab Suci. Melalui ketekunan membaca dan mempelajari Kitab Suci, seseorang diharapkan dapat diperlengkapi pengetahuan imannya serta mengalami perubahan dan pertumbuhan ke arah yang benar. Akan tetapi pada kenyataannya, pengetahuan seseorang, kerajinannya mempelajari Kitab Suci dan ketekunannya membaca Alkitab tidak membuat seseorang otomatis bertumbuh dalam hal kerohaniannya. Seseorang mungkin bisa saja pandai dalam pengetahuan Alkitab tetapi tanpa mengolah batin dan prilaku, maka pertumbuhan orang tersebut hanya berhenti pada pengetahuan semata. Perselisihan, perpecahan, rasa tidak percaya bisa saja terjadi dalam relasi di keluarga atau gereja orang yang akrab dengan Kitab Suci.

Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit harusnya terjadi secara menyeluruh (holistic) yaitu melibatkan aspek kognitif (intelektual), afektif (perasaan) dan psikomotorik (perilaku). Jika hal ini terjadi, maka perjumpaan dengan Sang Firman yang telah bangkit akan mengubahkan dan membarui hidupnya. Hidup yang dibarui oleh Sang Firman selalu ditandai dengan pertobatan. Kata pertobatan atau bertobat dipahami sebagai perubahan cara berfikir, cara bertindak bahkan cara hidup beragama. Pertobatan selalu melibatkan dua hal, yaitu : pikiran dan tindakan. Dua orang murid Yesus yang berjalan ke Emaus juga mengalami pertobatan. Hal ini terlihat dari perubahan pola pikir dan tindakan mereka. Mereka percaya kepada peristiwa salib. Kepercayaan tersebut membuat mereka bersukacita dan kembali ke Yerusalem untuk bersaksi pada murid-murid yang lain. Apakah saudara mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit? Apakah hidup Saudara selalu dibarui oleh Sang Firman itu? Ingatlah bahwa perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit akan membawa kita pada pertobatan, dalam perilaku dan pola pikir.

 

Oleh : Pdt. Esther S. Hermanus