HASIL RISET TENTANG KASIH DAN KEBAHAGIAAN?

Ada sebuah riset menarik yang dilakukan oleh University of Manheim, Jerman terhadap 67.000 orang dari berbagai latar belakang agama. Topik risetnya adalah tentang hubungan antara cinta dan kebahagiaan. Hasilnya sangat menarik. Semakin orang merasa menyatu dan mengasihi orang lain, ia semakin bahagia. Sebaliknya, semakin orang merasa terpisah, terisolasi dan bahkan semakin membenci sesamanya, ia akan semakin tidak merasakan kebahagiaan.

Riset ini didukung oleh riset lain yang dilakukan oleh Professor Dan Gilbert dari Harvard University, Amerika Serikat. Riset ini meneliti hubungan antara compassion yaitu kapasitas mengasihi dan melayani dengan kebahagiaan. Hasil riset Gilbert menyatakan bahwa semakin orang memiliki compassion terhadap sesamanya semakin ia berbahagia. Semakin berkurang compassion seseorang, semakin menyusut pula kebahagiaannya.

Bila kedua riset ini mau dijadikan acuan, kita bisa katakan semakin orang mengasihi sesama, apa pun latar belakang agama, gereja, etnik, gender dan status sosialnya, semakin dia menikmati kebahagiaan. Sebaliknya, semakin seseorang gagal mengasihi sesama, semakin pudar kebahagiaannya. Kesimpulan riset ini luar biasa! Mengapa? Karena selama ini banyak orang berpikir dengan mengasihi, plus memberi dan melayani sesama, seseorang akan dirugikan. Akibatnya banyak orang berpendapat bahwa dalam cinta kasih seseorang harus bersedia berkorban. Kesimpulan ini salah besar! Riset membuktikan bahwa dalam kasih tidak ada pengorbanan. Sebaliknya, kasih justru menimbulkan kebahagiaan tak terperi, baik bagi yang dikasihi, tetapi terutama bagi yang mengasihi!

Sekarang kita bisa paham mengapa Yesus katakan bahwa inti dari seluruh hukum Taurat dan Kitab Para nabi adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama seperti engkau mengasihi diri sendiri. Kasih adalah spiritualitas dari kedalaman hati kita yang memancar keluar kepada siapa pun. Ternyata kasih bukan sekedar kunci rahasia meraih kebahagiaan! Lebih dari itu, kasih menandakan berlimpahnya kebahagiaan. Kasih itu seperti seseorang yang mendonorkan darahnya bagi kebaikan orang lain. Setiap kali ia mendonorkan darahnya, saat itu juga tubuhnya memproduksi darah yang lebih segar yang membuat ia lebih sehat.

Sekarang kita pun paham ucapan Rasul Paulus yang menyatakan bahwa meski pun anda punya iman, serta memiliki pengharapan, tetapi bila anda tidak punya cinta kasih, segalanya sia-sia. Apa artinya sia-sia? Artinya, bila anda tidak memiliki kasih, anda tidak bahagia. Dan tidak pernah merasakan kebahagiaan! Orang lain di sekitar anda pun tidak! Dan terutama Tuhan pun tidak bahagia. Tanpa kasih, hidup anda tidak berguna bagi siapa pun. Tanpa kasih, derajat atau kualitas hidup kita lebih rendah dari sampah karena sampah pun masih berguna! Lalu, Paulus sampaikan bahwa sesuatu yang paling utama dalam hidup, yang karena itu harus kita semua miliki adalah cinta kasih! Dengan kasih hidup kita semua akan jauh lebih berarti! Dalam kasih kita akan bahagia, orang-orang di sekitar kita akan bahagia, dan Tuhan pun akan tersenyum bahagia!

Nah, mulailah belajar mengasihi melalui ucapan dan tindakan-tindakan kecil yang membangun dan membahagiakan sesama karena pada momen mengasihi itulah anda rasakan kenikmatan dan kebahagiaan. Tuhan berkati!

 

Oleh : Pdt Albertus Patty