EVERLASTING LIFE

Dalam bahasa Yunani, dikenal dua kata untuk hidup, yaitu bios dan zoe. Bios berarti hidup yang kita jalani saat ini, yang ditandai dengan tarikan nafas, denyut jantung serta berbagai fungsi panca indera. Kita melakukan berbagai aktivitas kita di dalam bios: makan dan minum, tidur, bermain, bekerja, dan lain sebagainya. Hidup dalam pengertian bios, lama-kelamaan akan mengalami kemunduran. Seberapapun kita berusaha untuk menunda prosesnya, pada akhirnya berbagai fungsi tubuh akan melemah. Bios tidak dapat kita miliki selamanya. Ada saatnya, bios akan berhenti.

Zoe, adalah kehidupan dalam dimensi yang melampaui ruang dan waktu. Zoe menggambarkan persekutuan yang begitu intim, dekat, dan abadi (everlasting) dengan Allah, Sang Pencipta. Tuhan Yesus pernah berkata, “….barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup (zoe) walaupun ia sudah mati…” (Yoh 11:25).

Dalam perspektif iman, kehidupan tidak pernah berhenti pada kematian. Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus berkata, “Domba-dombaku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yoh 10: 27-28). Oleh karenanya, ada dua hal penting yang dapat kita pegang: pertama, keyakinan yang kuat bahwa masa depan ada di tangan Allah, termasuk di dalamnya realita pasca-kematian; kedua, komitmen yang kuat untuk memaknai hidup masa kini berdasarkan keyakinan akan masa depan tersebut. Persekutuan abadi dengan Allah tidak hanya dimaknai pada kehidupan mendatang, tetapi juga in this wordly existence, dalam kehidupan saat ini, masa kini.

Pada saatnya, kehidupan setiap kita di dalam dunia ini akan berakhir. Namun, biarlah keyakinan kita akan everlasting life yang Kristus anugerahkan, membuat kita mampu memaknai kehidupan kita yang terbatas ini dalam kesetiaan, keberanian, serta sukacita. Kristus yang membimbing dan merangkul domba-domba-Nya di tengah kehidupan dunia, adalah Ia yang akan tetap membimbing dan merangkul kita sampai selama-lamanya. Terpujilah Tuhan!

 

Oleh : Pdt. Bernadeth Florenza da Lopez