DIUTUS MENGHADIRKAN TANDA KERAJAAN ALLAH

Problematika di tengah dunia ini memang tidak ada habisnya. Ketika satu masalah mulai mereda, masalah yang lain muncul menyeruak. Kehidupan kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai komunitas sosial, akan selalu berjumpa dengan hal yang perlu diatasi dan diselesaikan.

Menanggapi aneka masalah yang muncul, seseorang bisa saja kehilangan minat dan perhatian. Hal yang perlu diselesaikan mungkin dirasa tidak sebanding dengan kekuatan dan tenaga yang dimiliki. Hasilnya, orang bisa sekedar pasrah dan memilih untuk abai. Masalah dan tantangan yang ada tidak lagi mengusiknya untuk bergerak. Seseorang bisa membiarkan segala sesuatu berjalan menuju pada kerusakan yang lebih parah tanpa kegelisahan untuk berubah. Kita bisa abai terhadap kerusakan alam, rasisme, tindakan korupsi, dan lain sebagainya.

Tidak demikian dengan panggilan murid-murid Kristus. Di tengah dunia yang akan selalu penuh dengan aneka masalah dan pergumulan, murid-murid Kristus diminta untuk terlibat serta menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus mengutus para murid. Ia berkata kepada mereka, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat 10:7). Panggilan para murid ini didasari oleh belas kasihan Tuhan Yesus sendiri. Dalam bagian sebelumnya, Injil Matius mencatat, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” (Mat 9:36). Gerak para murid dalam tugas perutusan, bukanlah gerak untuk unjuk kehebatan lalu mengumpulkan pujian. Gerak para murid bersumber dari hati Allah sendiri yang sangat peduli bahkan turut merasakan jeritan serta penderitaan dunia. Tugas para murid bukanlah untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang ada, melainkan untuk tetap setia pada panggilan cinta kasih yang Allah berikan kepada mereka.

Sebagai murid Kristus di zaman ini, kita pun dipanggil untuk tetap berakar pada belas kasih Allah dalam Yesus Kristus dan berbuah dalam keterlibatan kita di tengah-tengah dunia ini. Kita tidak perlu menunggu kekuatan yang besar untuk melakukannya, sebab kita dapat melakukan tugas perutusan kita lewat hal-hal sederhana dalam kehidupan kita setiap hari. Mother Theresa pernah berkata, “Tidak semua dari kita mampu melakukan hal yang besar. Namun, kita bisa melakukan hal-hal yang kecil dengan cinta yang besar.” Setiap harinya, kita dapat melakukan tugas perutusan kita dalam merawat alam, mengasihi sesama, serta menghadirkan tanda-tanda Kerajaan-Nya. Allah menggandeng kita dalam karya-Nya. Mari kita turut serta.

 

Oleh : Pdt. Bernadeth Florenza