Berderap Dalam Persekutuan Kasih Dan Karya

HUT PENYATUAN GKI KE 33

Tanggal 26 Agustus 1988 disepakati sebagai hari penyatuan Gereja Kristen Indonesia. GKI yang sebelumya terdiri dari tiga Sinode, yaitu Sinode Jawa Barat, Sinode Jawa Tengah dan Sinode Jawa Timur bersepakat untuk melebur dan menyatukan diri menjadi Gereja Kristen Indonesia. Untuk menghayati dan sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun Gereja Kristen Indonesia, kebaktian di GKI Maulana Yusuf dilayani oleh Pdt. Iwan Sukomo dari GKI Bojonegoro, Jawa Timur. Kiranya apa yang disampaikan dapat memperlengkapi gereja-Nya dalam memenuhi panggilan Tuhan di dunia.

Seiring penyatuan, tiga sinode menata diri terus menerus untuk memiliki simbol-simbol yang menyatukan perbedaan dalam ber-sunhodos (berjalan bersama). Tentu dalam upayanya ini tantangan dan rintangan tidak habis-habisnya dalam perjalanannya. Menyatukan gerak dan derap bersama bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Pada kesempatan ini, sebagai Gereja Kristen Indonesia kita diingatkan kembali akan makna persekutuan dengan Sang Kepala Gereja, yaitu Yesus Kristus sendiri.

Makna persekutuan dengan Yesus, digambarkan dalam Yohanes 6:55–59. Pertama, bahwa persekutuan antara Yesus dengan umat-Nya bukan persekutuan biasa, melainkan mengikat secara rohani, karena langsung bersatu dengan daging dan darah Yesus. Penanda persekutuan rohani ini adalah umat akan tinggal dalam Yesus dan Yesus dalam umat. Kedua, persekutuan antara Allah Bapa dengan Yesus Kristus terjadi dalam persekutuan kehidupan antara Kristus dengan umat manusia. Allah Bapa terlibat dalam diri umat yang bersedia bersekutu dengan Yesus Kristus. Hal ini membawa kehidupan karena Allah Bapa turut bekerja dalam diri umat dengan memberi kehidupan. Ketiga, persekutuan abadi nampak dalam gambaran Yesus sebagai roti hidup. Daging Yesus sebagai roti dari surga bersifat abadi, hidup dalam umat.

Allah Trinitarian ikut berkarya bagi manusia dan dunia. Kini saatnya manusia dan dunia merespon tawaran Allah ini, yaitu dengan ikut serta dalam karya dan kasih-Nya. Gereja Kristen Indonesia menghadapi tantangan yang nyata sekarang ini. Apakah di sepanjang kehadiran-Nya, GKI sudah mampu menghadirkan persekutuan kasih dan karya dalam derap langkah bersama?

 

Oleh : Pdt. Esther S. Hermanus