BELAJAR DARI POHON ARA

Hari ini kita memasuki masa Advent, yang berarti penantian akan kedatangan Tuhan kembali, bukan sebagai Sang Juruselamat, seperti yang pertama Ia datang, tetapi sebagai Sang Hakim, yang akan menghakimi semua orang, secara pribadi.

Markus 13 : 28, Tuhan Yesus berkata, “Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.” Apa artinya ?

Tidak seperti pohon lainnya yang bertunas di musim semi, pohon Ara justru baru memiliki tunas di awal musim panas. Kemunculan tunas pohon Ara menjanjikan adanya kesejukan bagi mereka yang membutuhkan tempat perlindungan selama musim panas. Bukan hanya kesejukan, tetapi juga berkat yang diberikan melalui buah Ara yang dihasilkannya. Konon buah pohon Ara disebut juga buah surgawi, yang memiliki banyak manfaat dan khasiat.

Kesejukan pohon Ara menjadi simbol dari situasi damai dan buahnya menjadi simbol kesejahteraan yang hadir ketika datangnya hari Tuhan. itulah makna hari Tuhan, hari di mana Tuhan datang kembali.

Hari Tuhan tidak boleh dipahami sebagai kengerian dan ketakutan, melainkan pengharapan, di mana kehidupan baru akan dinyatakan Tuhan, kelak ketika datang kembali. Kini yang perlu bagi kita, bukan mencari tahu kapan hari Tuhan akan terjadi. Hari Tuhan bisa terjadi kapanpun. Karena itu, bagi kita yang terpenting adalah selalu berjaga-jaga, dengan tetap berkarya untuk kebaikan dunia.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto