AKU PERCAYA!

Doni dipecat oleh perusahannya. Ia sempat frustrasi. Seandainya ia dipecat karena telah berbuat salah, misalnya karena korupsi, mungkin saja ia bisa memahaminya. Persoalannya pihak manajemen tidak memberikan alasan yang jelas dalam pemecatannya. Sejauh yang ia ketahui, pihak manajemen perusahan mulai tidak menyukainya karena ia menuntut haknya. Memang, selama ini ia digaji di bawah upah minimum. Padahal dia sudah memberikan seluruh tenaga dan pikirannya untuk kemajuan perusahan. Doni merasa terpukul, tetapi kemudian ia memutuskan untuk bangkit!

Persoalan bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Persoalan atau masalah tidak memilih korban. Ia tak perduli apakah anda orang percaya kepada Tuhan atau tidak percaya sama sekali. Semua orang, siapa pun dia, pasti dibelit persoalan, bahkan persoalan yang berat. Nah, ketika menghadapi persoalan, anda memiliki dua pilihan: mau merespon persoalan itu sebagai seorang pemenang atau anda meresponnya sebagai pecundang. Kemampuan merespon apa pun sebagai seorang pemenang inilah yang membedakan antara orang percaya kepada Tuhan dan orang yang tidak percaya pada kebaikan Tuhan.

Mereka yang memiliki kepercayaan yang kuat kepada Tuhan adalah mereka yang biasanya pernah mengalami berkali-kali bahkan berpuluh-puluh kali perjumpaan dengan Tuhan, terutama di saat persoalan dan tantangan menerpa. Hampir tidak mungkin orang bisa memiliki kepercayaan kuat setelah hanya berjumpa satu kali saja dengan Tuhan. Pengalaman spiritual yang hanya sekali menghasilkan iman yang dangkal. Kualitas iman atau percayanya seperti minuman bir yang saat penutup botol dibuka buihnya langsung naik, tetapi dalam sekejab turun kembali, lalu hilang total. Orang butuh perjumpaan dengan Tuhan berkali-kali bahkan berpuluh-puluh kali di tengah situasi yang mereka hadapi sehingga kepercayaan mereka teguh. Para murid merasakan pengalaman perjumpaan yang dahsyat dengan Tuhan berkali-kali. Kali ini mereka mengalaminya lagi saat Yesus menolong mereka di tengah badai. Dalam kekaguman dan keterpesonaan yang tidak terperi mereka berkata:” Sesungguhnya Engkau Anak Allah…”.

Memang, perjumpaan dengan Tuhan di saat mengalami tantangan menempatkan siapa pun dalam situasi tercengang, kagum, gembira, plus gentar. Kita semua akan merasakan pengalaman Wouuuw…! Dan siapa pun yang merasakan pengalaman spiritual ini berkali-kali akan tahu dan yakin bahwa memang Tuhan sungguh hidup, bekerja dan mengasihi mereka.

Doni merespon pengalamannya sebagai seorang pemenang karena ia telah mengalami perjumpaan berkali-kali dengan Tuhan. Ia percaya Tuhan akan menopangnya dalam kerapuhan dan ketakutannya. Ia menolak hanyut dalam frustrasi dan keputusasaan. Ia menolak menjadi pecundang. Doni yakin ia adalah pemenang kehidupan karena Tuhan yang pernah menolongnya puluhan bahkan ratusan kali dengan cara yang luar biasa, Tuhan juga yang akan menolongnya lagi. Ia yakin Tuhan akan menolongnya. Keyakinannya kepada Tuhan, Juruselamatnya, pasti akan menyelamatkannya.

 

Oleh : Pdt. Albertus Patty