MELEPASKAN KEGELAPAN

Sekarang ini, kita hidup di tengah dunia yang terobsesi dengan kesempurnaan. Segala aspek di dalam kehidupan harus dilihat dan tampil sempurna, karena itulah yang disukai oleh orang-orang. Maka, tidak mengherankan kalau banyak sekali konten-konten media sosial yang menunjukkan kehidupan yang sempurna, mulai dari pekerjaan, finansial, hingga keluarga. Semuanya itu menjadi tujuan bersama, dan orang-orang berlomba-lomba untuk bisa meraih itu semua.

Namun, ada pepatah yang mengatakan bahwa ’Tidak ada manusia yang sempurna’. Pepatah ini hendak mengatakan bahwa sesungguhnya di dalam hidup tidak ada manusia yang tanpa ada kesalahan atau kelemahan. Di balik kehidupan yang terlihat baik di luar, sebenarnya setiap orang juga memiliki banyak pergumulan dalam dirinya. Ada rasa marah, iri hati, kekecewaan, atau keinginan-keinginan yang kadang mendorong kita untuk mengambil keputusan yang keliru.

Ini adalah sisi gelap dalam kehidupan manusia, dan ini adalah fakta yang tidak terbantahkan. Tidak ada orang yang sepenuhnya bebas dari pergumulan itu. Dalam situasi tertentu, misalnya ketika kita lelah, kecewa, atau berada di bawah tekanan—sisi gelap itu bisa muncul dan memengaruhi cara kita berpikir maupun bertindak.

Dalam surat Efesus 5:8-14, Rasul Paulus hendak mengingatkan jemaat bahwa dahulu mereka hidup dalam kegelapan. Artinya, manusia memang pernah hidup jauh dari terang Tuhan. Karena itu, tidak mengherankan jika dalam perjalanan hidup kita masih sering bergumul dengan berbagai kelemahan.

Tetapi firman Tuhan juga memberikan pengharapan. Paulus mengatakan bahwa sekarang orang percaya itu hidup di dalam terang Kristus. Namun, terang dan kehadiran Kristus tidak berarti membuat kita langsung menjadi sempurna atau tidak pernah salah lagi. Tetapi terang Kristus justru menolong kita untuk melihat mana yang benar dan mana yang salah, dan memberi kita kekuatan untuk tetap berjalan di jalan yang Tuhan Yesus kehendaki.

Itulah sebabnya Paulus mengajak jemaat Tuhan untuk hidup sebagai anak-anak terang. Hidup dalam terang berarti berusaha melakukan apa yang baik, adil, dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Bukan karena kita sudah sempurna, tetapi karena kita mau terus dibimbing oleh terang Kristus yang ajaib.

Ketika berbicara tentang ’Melepaskan Kegelapan’, di sini kita hendak diingatkan bahwa sisi gelap dalam diri manusia memang ada dan sering kali tidak mudah dihindari. Namun, kegelapan itu tidak harus menguasai hidup kita. Selama kita tetap mendekat kepada Kristus Sang Terang, kita dimampukan untuk terus melangkah dalam kebenaran. Di tengah dunia yang sering menuntut kesempurnaan, Tuhan justru mengajak kita untuk hidup jujur, terus belajar, dan berjalan dalam terang-Nya setiap hari. Amin.

 

Oleh : Pdt. Zeta Dahana


No Replies to "MELEPASKAN KEGELAPAN"


    Got something to say?

    Some html is OK