KEJATUHAN & PENGAMPUNAN

Bacaan Alkitab: Kejadian 3 : 8-9

Boleh dikata, Adam adalah orang paling beruntung se dunia. Sebagai manusia pertama yang Tuhan ciptakan, ia diberi fasilitas super wah. Ya, Taman Eden menyediakan segala kebutuhan demi menunjang kehidupan Adam, bahkan lebih dari kata cukup dan sekalipun ia tidak bisa menawar seperti apa teman hidupnya, tetapi Tuhan ciptakan Hawa dari tulang rusuknya. Maka, mereka menjadi pasangan sempurna. Seluruh Taman Eden bisa mereka miliki dan kelilingi tanpa ada seorang pun yang protes. Manusia zaman sekarang tentu ingin hidup seperti Adam dan Hawa.

Namun, sebebas-bebasnya hidup di Taman Eden, tidak ada kebebasan yang absolut. Di mana pun tentu ada aturan yang harus ditaati. Tanpa aturan, hidup jadi kebablasan. Pohon pengetahuan yang baik dan jahat menjadi pembatas agar manusia pertama itu tetap hidup tertib dan teratur.

Hanya sayangnya, semua yang indah dan berlimpah di Taman Eden tidak cukup untuk manusia pertama itu hidup bersyukur. Mereka malah tergoda dengan pohon yang dilarang itu. Mereka memakan buahnya. Dan apa yang terjadi berikutnya? Ketika mereka menyadari bahwa diri mereka “telanjang”, mereka saling menyalahkan. Hawa menyalahkan ular yang dianggap penggoda dan pembohong. Adam menyalahkan Hawa yang telah membawanya celaka, bahkan menyalahkan Tuhan yang telah menciptakan pendamping hidupnya yang tidak baik itu. Apapun, kini yang segalanya berlimpah, telah sirna. Hubungan Adam dan Hawa terjadi sekat, dan terutama hubungan manusia dengan Tuhan terhalang dinding kokoh yang sulit dirobohkan. Adam dan Hawa harus tersingkir dari Taman Eden sebagai bentuk konsekuensi logis atas ketidak-taatan mereka.

Hidup kita ibarat Taman Eden. Segala berkat telah Tuhan berikan kepada kita. Bila kata cukup dan bersyukur jadi prinsip hidup dan beriman kita, maka godaan apapun, minimal, bisa kita lawan. Namun bila kita membiarkan diri tergoda, maka segala kenikmatan bisa sirna seketika, berganti dengan kesusahan dan kesulitan.

Tidak ada solusi lain selain kita mau mendengar suara Tuhan untuk melakukan pertobatan hati. Bertobat bukan berarti berbalik dari dosa. Bertobat berarti berbalik kepada Allah. Perintah Tuhan harus jadi patokan untuk kita melangkah dan berbuat. Tanpa itu, kita akan terus terjebak pada lobang yang sama, yakni hidup dalam dosa.

Lihatlah cara Tuhan menolong kita. Ia tahu bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa. Tetapi Tuhan tidak segera menjatuhkan hukuman. Ia tetap mencari manusia.

Pertama, agar manusia tahu dan menyadari kesalahannya. “Mengapa engkau sembunyi?” Sekalipun manusia berdalih dan saling menyalahkan satu sama lain, bahkan menyalahkan Tuhan atas pemberontakannya, tetapi Tuhan tetap merangkul manusia.

Kedua, benar bahwa Tuhan menjatuhkan hukuman kepada manusia, namun tindakan Tuhan tidak berhenti pada hukuman. Tuhan merencanakan keselamatan. Mengapa? Agar manusia tidak berakhir hidup dalam kesia-siaan. Tuhan selalu menyediakan kesempatan kepada manusia untuk berbalik kepada-Nya.

Sadari dan menyesallah atas dosa yang kita perbuat, lalu segeralah berbalik kepada Allah. Sebab semakin lama kita terperosok dalam dosa, kita akan makin tenggelam di dalamnya, sehingga sulit untuk kita bangkit lagi.

Melalui Masa Adven yang kita masuki mulai minggu ini dan seterusnya, kita akan diajak untuk mengolah hati. Agar hidup sebagai pengikut Tuhan Yesus tetap bisa kita jalani dengan baik, asalkan kita memiliki komitmen yang kuat.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto


No Replies to "KEJATUHAN & PENGAMPUNAN"


    Got something to say?

    Some html is OK