Melampaui Ego dan Selfishness!

Dalam sebuah pesta reuni salah satu Sekolah Menengah Atas, salah seorang alumni menyapa mantan gurunya yang juga hadir. Kepada gurunya yang nampak sudah mulai uzur dimakan usia, sang alumni berkata, ”Masih ingatkah bapak pada saya?” Sang guru melihatnya lalu menggeleng kepala sambil berkata, “Sorry nak, saya lupa.” Lalu sang guru bertanya, ”Kamu siapa, lulusan tahun berapa?” Sang alumni mencium tangan gurunya, mengajaknya berjalan ke sudut ruangan, lalu berkata serius kepadanya, “Mungkin bapak tidak ingat saya lagi, tetapi sampai kapan pun saya akan selalu ...

Read More


Tetap Teguh di Tengah Hidup yang Runtuh

Pernahkah Saudara merasakan dunia Saudara seakan-akan “runtuh”? Ya, ada banyak orang mengalaminya dalam berbagai bentuk. Keruntuhan hidup tersebut mungkin dirasakan dalam situasi: kehilangan orang yang dikasihi, kehilangan pekerjaan, dikhianati oleh orang terkasih, mengalami sakit penyakit yang sulit disembuhkan, dan berbagai bentuk peristiwa hidup lainnya. Dalam situasi-situasi tersebut, berbagai gejolak perasaan menyeruak. Ada kesedihan, kekecewaan, kemarahan, kekuatiran yang bercampur aduk menjadi satu. Tidak jarang, dalam berbagai peristiwa yang menyakitkan ...

Read More


Garam yang Larut & Terang yang Terlihat

Menjadi pribadi yang berdampak positif dan memberi manfaat bagi orang lain adalah panggilan sentral di dalam Kekristenan. Dalam Injil Matius 5:13, Tuhan Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia.” Sebelum kita memintanya, Tuhan sudah memberikan identitas itu kepada kita. Pada dasarnya kita adalah orang-orang yang dikaruniai potensi oleh Allah untuk memberi rasa, pengaruh, dan dampak yang baik bagi kehidupan ini. Menjadi berdampak, tidak sama dengan menjadi besar. Garam adalah benda yang sederhana. Ketika ia dicampurkan di bahan makanan, garam akan larut dan tidak lagi ...

Read More