Berkat Dalam Pergumulan
Ada sebuah kisah klasik Tiongkok tentang seorang petani dan anak laki-lakinya. Diceritakan bahwa mereka hidup dalam keadaan yang sangat sederhana dan hanya memiliki seekor kuda tua yang menjadi sumber penghidupan mereka. Namun, nahas, pada pagi hari saat mereka menghampiri kandang kuda di belakang rumah, didapatinya bahwa kuda tua kepunyaan mereka sudah tidak ada. Mereka menduga bahwa tali pengaman yang dipasang terlalu longgar sehingga sang kuda tua bisa lepas dan meninggalkan kandangnya.
Para tetangga petani tersebut pun berdatangan untuk menghiburnya. Namun, sang petani menjawab, “Dalam setiap pergumulan, pasti ada berkat!” Para tetangga pun bingung dengan sikap sang petani. Beberapa hari berlalu, tak disangka-sangka kuda milik sang petani pulang kembali. Namun, ia tidak sendirian. Kuda itu datang dengan membawa sekawanan kuda liar. Kini, sang petani dan anaknya memiliki banyak kuda baru. Para tetangga yang menyaksikan hal itu teringat dengan jawaban dari si petani, “Dalam setiap pergumulan, pasti ada berkat!”, dan turut berbahagia atas kegembiraan sang petani.
Keesokan harinya, anak petani menghampiri kuda-kuda baru mereka. Sayangnya, karena kuda-kuda itu masih liar, mereka tidak terbiasa dengan kehadiran manusia di dekatnya lalu menyerang anak petani tersebut. Anak petani selamat, tetapi mengalami patah kaki. Para tetangga yang menyaksikan kejadian itu segera menolong dan membawanya kepada sang petani. Kembali, para tetangga berusaha menghibur sang petani dan anaknya. Namun, sang petani kembali menjawab, “Dalam setiap pergumulan, pasti ada berkat!” Para tetangga pun menjadi bingung. Bagaimana mungkin luka parah seperti kaki yang patah itu menjadi berkat?
Beberapa minggu kemudian, datanglah pasukan kerajaan ke desa mereka dan menyampaikan perintah raja bahwa seluruh pemuda yang sehat dan kuat harus menjadi bagian dari pasukan kerajaan untuk ikut berperang melawan kerajaan lain. Ketika tiba di rumah sang petani tua, mereka mendapati anak petani sedang terbaring lemah karena kakinya yang patah. Oleh karena itu, komandan tentara memutuskan untuk tidak membawa anak petani tua tersebut. Para tetangga yang mendengar hal tersebut kembali teringat akan perkataan sang petani, “Dalam setiap pergumulan, pasti ada berkat!”
Dalam kehidupan, terkadang kita terlalu cepat menyimpulkan bahwa hidup ini gagal atau penuh dengan ketidakbahagiaan saat menghadapi banyak pergumulan. Apalagi, ketika pergumulan ini datang bertubi-tubi dan terasa sangat menyesakkan. Namun, kita lupa bahwa Allah selalu menyertai kita. Dalam pergumulan yang paling berat sekalipun, hendaknya kita memiliki iman yang teguh bahwa kasih dan berkat Allah tidak pernah berhenti dalam seluruh perjalanan kehidupan umat-Nya. Penderitaan yang saat ini dialami bukanlah menjadi ending atau akhir dari segalanya, melainkan dapat Allah pakai dalam suatu rencana yang lebih besar yang mendatangkan kebahagiaan kepada setiap umat-Nya.
Ingatlah, bahwa penyertaan dan berkat Tuhan terus mengalir dalam hidup kita, sekalipun saat ini hidup kita tidak sedang baik-baik saja. Ingatlah bahwa sesuatu yang mengecewakan saat ini tidak selalu berujung pada kesengsaraan dan kehancuran manusia. Apa yang menurut kita jahat dapat Allah ubah menjadi berkat untuk diri, sesama, bahkan semesta.
Amin.
Oleh : Pdt. Zeta Dahana
- S Prev
- s

Got something to say?