PELAJARAN DARI DUA PENGINTAI

Di tengah perjalanan bangsa Israel menuju Kanaan, tanah yang dijanjikan, Allah memerintahkan Musa untuk mengutus 12 pengintai dari 12 suku Israel untuk menjelajahi tanah Kanaan (Bilangan 1:1-2).

Lalu Musa memberikan perintah kepada mereka: “Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak; dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di tempat-tempat yang terbuka atau di tempat-tempat yang berkubu, dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah ada di sana pohon-pohonan atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah sedikit dari hasil negeri itu.” Waktu itu ialah musim hulu hasil anggur (Bilangan 13:17-20).

Kemudian para pengintai itu pergi ke Kanaan untuk melihat tanah itu selama 40 hari. Mereka mengamati segala sesuatu mulai dari kekuatan penduduknya hingga hasil tanahnya yang sangat subur. Mereka membawa pulang buah anggur yang sangat besar, yang dipikul berdua karena saking besarnya. Mereka melaporkan bahwa tanah itu memang subur, mengalir susu dan madu. Namun mereka juga melihat bahwa penduduknya sangat kuat dan kota-kota mereka berkubu. Bahkan mereka melihat anak-anak dari Enak, bangsa yang terkenal dengan tubuh yang tinggi besar.

Ternyata 10 dari 12 pengintai merasa ketakutan dan berkata, “Kita tidak akan mampu mengalahkan mereka. Mereka lebih kuat dari kita.” Hanya Kaleb dari suku Yehuda dan Yosua dari suku Efraim yang tetap beriman kepada Tuhan. “Jangan takut”, kata Kaleb. “Mari kita segera maju dan mengambil itu. Sebab kita pasti akan menang.”

Tetapi suara mereka tenggelam dalam keraguan dan ketakutan yang menyebar di antara bangsa Israel. Mereka menangis dan mengeluh, dan berkata, “Mengapa kita dibawa keluar dari Mesir hanya untuk mati di padang gurun ini? Bukankah kita lebih baik kembali ke Mesir?” Mendengar keluhan itu, Tuhan berfirman kepada Musa, “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!” (Bilangan 14 : 11)

Karena ketidak-percayaan mereka, mereka tidak akan memasuki tanah yang Tuhan janjikan. Hanya Kaleb dan Yosua yang akan melihat tanah itu. Tuhan menghukum bangsa Israel dengan berkata, bahwa mereka akan dipukul Tuhan dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka (Bilangan 14:12). Namun bagi Kaleb dan Yosua, yang tetap percaya kepada Tuhan, janji-Nya tetap ditepati.

Mereka tidak melihat tantangan sebagai penghalang, tetapi sebagai kesempatan untuk menyaksikan kuasa Tuhan bekerja. Karena iman mereka, mereka adalah satu-satunya dari generasi itu yang diijinkan untk memasuki tanah Kanaan.

Kisah ini mengajarkan kepada kita, betapa pentingnya iman dalam menghadapi tantangan hidup. Ketika dihadapkan pada pilihan hidup yang tampak mustahil, ingatlah bahwa dengan iman kepada Tuhan tidak ada yang mustahil.

Bahkan di tengah ketakutan dan keraguan, Tuhan tetap setia pada janji-Nya. Seperti Kaleb dan Yosua, marilah kita memiliki iman yang kuat dan berani melangkah, karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dalam segala situasi, percaya kepada Tuhan adalah kunci untuk mengalami berkat-Nya.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto


No Replies to "PELAJARAN DARI DUA PENGINTAI"


    Got something to say?

    Some html is OK