PERJALANAN KEHIDUPAN GKI MAULANA YUSUF

Pada tanggal 31 Mei 1988, GKI Juanda meresmikan rumah ibadah di jalan Maulana Yusuf 20. Sejak saat itulah GKI Juanda dikenal dengan nama GKI Maulana Yusuf. GKI Maulana Yusuf terwujud berkat jumlah jemaat yang mengalami peningkatan dan merindukan untuk memiliki rumah ibadah sendiri. Kerja keras ini tidak terlepas dari kerja keras dan simpatisan yang bahu membahu merealisasikan. Sejak berdiri hingga saat ini, GKI Maulana Yusuf selalu membangun dan berusaha memperbaiki berbabagai fasilitas yang dimiliki, seperti penambahan lahan dan ruangan baru untuk bisa memberikan pelayanan yang baik guna kelancaran ibadah.

Selain membangun berbagai fasilitas ruang ibadah baru, GKI juga memberikan pelayanan ibadah kebaktian untuk pemuda. Hal ini diharapkan bisa mengobati kerinduan pemuda untuk memiliki ibadah sendiri yang lebih dinamis dan menampung aspirasi mereka tanpa meninggalkan ciri khas GKI sendiri. Kebaktian pemuda ini mendapat sambutan hangat, terbukti dari membludaknya jemaat pada jam kebaktian pemuda.

Pada usianya yang ke-43 tahun, jemaat GKI menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Namun, uniknya simpatisan yang nota bene bukan anggota di GKI Maulana Yusuf jumlahnya jauh lebih besar dibanding dengan jemaatnya. Simpatisan ini adalah para mahasiswa dan pekerja yang tingkat mobilitasnya lebih tinggi. Simpatisan ini memberikan peranan besar untuk pembangunan GKI Maulana Yusuf.  Dinamika GKI Maulana Yusuf memang sangat terpengaruh pada hadirnya simpatisan yang dikenal dengan jemaat transit.

Sebagai gereja yang awal berdirinya ditujukan untuk melayani mahasiswa dan kaum  intelektual di Bandung, para aktivis gereja semakin kreatif dan sadar untuk mengembangkan pelayanan GKI Maulana Yusuf.  Berbagai gagasan pun muncul, seperti mengadakan seminar, pelatihan, kursus-kursus, donor darah, membuka area hotspot¸bedah buku, nonton bareng dan Kursus Alpha.

ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN GEREJAWI

GKI dalam pelayanannya menganut prinsip presbiteral-sinodal, yaitu setiap keputusan jemaat bersifat otonom dan segala tanggung jawab berada di tangan Majelis Jemaat (MJ). Kepemimpian yang demikian menjadikan pendeta bekerja sama dengan  penetua dalam kedudukan yang sejajar.Selain itu, pada tahun 1980 Jemaat GKI juga melakukan terobosan baru dengan memasukkan generasi muda dalam kemajelisan. Pemuda yang diangkat ke dalam kemajelisan adalah pemuda yang aktif dalam komisi dan beberapa diluar komisi sepeti Jeffrey Samosir, Dina Laksanawati, Dennis Mailuhu, Erick Sulaiman, Baskoro dan lainnya.

Pola pelayanan dibagi kedalam beberapa bidang yang ditujukan untuk kematangan dalam pelayanan. Masing-masing bidang ini duduk setara jadi tidak ada anggapan ada bidang yang lebih penting dibanding dengan yang lain, karena pelayanan sekecil apapun sama berharganya dimata Allah.

  • Bidang Kebersamaan

Bidang ini berperan untuk menjalin persekutuan dengan jemaat dan secara otomatis bidang kebersamaan ini khusus menangani kebaktian. Dalam kesehariannya, bidang ini menggumulkan bagaimana setiap ibadah dapat berjalan dengan baik termasuk menjadwalkan khotbah. Beberapa aktivitas yang dipegang bidang kebersamaan diantaranya : persekutuan wilayah, persekutuan doa, diakonia internal, perayaan khusus, kelompok mitra majelis, pelayanan kedukaan, pecan/bulan keluarga, tea time, dan perayaan HUT RI.

  • Bidang Pembinaan

Bidang ini ditujukan untuk memberikan pembinaan agar jemaat lebih mengenal Yesus Kristus. Pembinaan ini disajikan dalam bentuk Pemahaman Alkitab (PA), katekisasi, pembinaan anggota majelis jemaat dan komisi, kebaktian penyegaran iman, bina pranikah, bina keluarga, bina jemaat dan kursus alpha.

  • Bidang Oikumene dan Kemasyarakatan (OIKMAS)

Bidang yang dulunya bernama diakonia ini ditujukan untuk merespon dan melakusanakan kegiatan yang diperuntukkan bagi saudara kita yang kurang mampu. Selain itu, dalam perkembangannya bidang ini melebarkan sayap pelayanannya dengan membangun hubungan antargereja, masyarakat maupun antaragama. Beberapa pelayanan yang dilakukan MJ Bidang Oikmas diantaranya donor darah, pelayanan medis, konsultasi hukum, beasiswa, tim pelayanan lapangan kerja, pelayanan bagi korban bencana, garage sale, gereja peduli, beras peduli, kursus menjahit, kursus bahas,  hubungan lintas agama, dan lainnya

  • Bidang saran dan prasarana

Bidang ini meiliki bentuk pelayanan yang mendukung pencapaian misi gereja dengan memberdayakan potensi yang dimiliki jemaat sehingga mampu menyatakan persekutuan, pelayanan dan kesaksian.

Selain membentuk berbagai bidang yang mendukung kinerja pelayanan gereja, Majelis Jemaat juga membentuk tim pengembangan jemaat. Tim ini tidak berada dibawah bidang manapun sehingga pertanggungjawabannya langsung pada persidangan Majelis Jemaat. Tim ini bertugas membantu para pelayan untuk merencanakan dan melakukan pelayanan dengan tujuan yang jelas dan tepat sasaran

GKI Maulana Yusuf memiliki beberapa komisi yang bertugas untuk mendukung segala bentuk pelayanan gereja , diantaranya komisi anak, komisi remaja, komisi pemuda, komisi dewasa, dan komisi kesenian.

HAMBA TUHAN

Sejak berdirinya GKI Juanda hingga menjadi GKI Maulana Yusuf. Jemaat mengalami sentuhan pelayanan dari para hamba Tuhan ini.

  1. Em. Timotius Setiawan Iskandar
  2. TTK Shirley Benn
  3. Albertus Martinus Patty
  4. Ujang Tanu Saputra
  5. Wee Wilyanto
  6. Budiono Adiwibowo
  7. Esther Setianingrum
  8. Roy Alexander Surjanegara

Dalam satu tahun ke depan, GKI Maulana Yusuf akan merayakan ulang tahun gereja yang ke-50. Selama perjalanan tersebut begitu banyak tantangan yang dihadapi gereja dalam proses pengembangannya, Perjalanan ini masih harus ditempuh sebagai proses pendewasaan yang disediakan Tuhan untuk jemaat. Satu tekad yang harus tetap menyala dalam hati jemaat dalam pelayanan ini adalah bahwa kita harus menjadi garam dan terang dalam perjalanan ini untuk kemulian nama Tuhan.