YESUS MEMBAWA PERTENTANGAN

Judul di atas sungguh sangat membingungkan. Bukankah Yesus hadir ke dunia untuk membawa dan menebarkan cinta kasih dan kedamaian? Mengapa harus ada pertentangan dari kehadiran-Nya itu? Kita cari tahu mengapa itu bisa terjadi.

Secara sederhana, kedatangan Yesus ke dunia ini dapat dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama adalah mewujudkan rencana kesalamatan. Ya, dosa manusia begitu merusak. Mata rantainya harus diputus. Caranya? Ternyata Tuhan mengambil jalan salib! Ia harus menderita dan berdarah-darah terlebih dahulu, agar orang yang percaya terhitung sebagai orang yang diselamatkan. Sekalipun awalnya kita sulit mengerti jalan dengan jalan yang Tuhan tempuh, tetapi dengan iman, kita dapat mengerti, bahwa jalan itulah yang dipakai untuk membayar hutang dosa agar lunas dan tuntas, sehingga kita bisa menikmati anugerah keselamatan.

Fase kedua, adalah penghakiman. Seperti yang kita ucapkan dalam Pengakuan Iman Rasuli, “Dia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang telah mati.” Tidak seorang pun bisa lolos ketika Dia, sebagai Hakim Agung dan Adil datang kembali ke dunia untuk kedua kali. Pada fase kedua inilah, manusia terbagi menjadi 2: ada yang menerima-Nya dan percaya dan ada yang menolak. Inilah yang menjadi pertentangan, yang sangat mungkin terjadi dalam keluarga. Bagi yang percaya kepada Tuhan Yesus, ada yang ditolak bahkan tidak di aku oleh keluarganya. Berharap, semua orang menjadi percaya. Tetapi menjadi percaya itu pilihan, bukan paksaan.

Bagi Anda, yang karena berpegang pada iman kepada Tuhan Yesus, janganlah merasa diri paling benar. Teruslah doakan keluarga dan bersikaplah baik kepada mereka, sekalipun selalu ditentang bahkan diabaikan. Tetap berbuat baik kepada orang yang membenci Anda itu bukanlah dosa, malah hal yang diharapkan Tuhan. Memang bukan perkara mudah. Namun, bisa jadi Anda sedang dipakai Tuhan untuk menjadi teladan tentang bagaimana beriman secara benar itu di tengah-tengah penolakan orang-orang yang kita kasihi.

Jadi, tetaplah menabur kebaikan, kebenaran dan kasih. Dengan begitu, kita sebenarnya sedang berjuang menciptakan damai sejahtera di bumi.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto