YANG PERLU ANDA KETAHUI

Exemple

YANG PERLU ANDA KETAHUI

BAPTISAN KUDUS ANAK

Mungkinkah seorang anak dibaptis sedangkan ia sendiri belum tahu dan mengerti apa arti percaya dalam hidupnya? Kalau mungkin, lalu apa yang menjadi dasar seorang anak dibaptis? Seorang anak dibaptis memang bukan didasarkan oleh iman/kepercayaan anak yang dibaptis, melainkan ajaran tentang perjanjian kasih karunia Allah, yang diberikan bukan hanya kepada orang-orang dewasa saja, tetapi juga kepada para keturunan mereka.

Dalam Perjanjian Lama, kita mengetahui, bahwa Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham dan keturunannya. Sebagai tanda perjanjian itu dilaksanakanlah sunat (Kejadian 17 : 10 – 14). Itulah sebabnya anak-anak Israel wajib disunat. Perjanjian Allah dengan Abraham itu dilanjutkan di dalam perjanjian antara Allah dengan Israel dan keturunannya di gunung Sinai. Perjanjian Allah dengan umat-Nya di dalam PL itu juga diteruskan di dalam PB. Pada hari Pentakosta, Petrus berkata kepada setiap orang yang hadir dan melihat peristiwa Turunnya Roh Kudus, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu,…” (Kisah 2 : 38 & 39). Di sini Petrus mengatakan, bahwa janji Allah tentang keselamatan yang di dalam Kristus itu diperuntukkan bagi orang-orang yang mendengarkan dia dan bagi anak-anak mereka.

Menurut Kolose 2 : 11 sunat sebagai tanda perjanjian di dalam PL itu diganti dengan baptisan. Sebab di sana dikatakan, “Dalam Dia (Kristus) kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan….”

Dengan demikian, kita dapat mengatakan, bahwa baptisan anak didasarkan pada perjanjian Allah. Sekalipun dalam Kisah 2 : 38 & 39 tidak disebutkan bahwa anak-anak harus dibaptiskan, tetapi anak-anak termasuk juga di dalam perjanjian Allah. Yang terutama di sini adalah perjanjian Allah itu juga berlaku bagi anak-anak. Jadi dengan melaksanakan baptisan anak, kita meyakini bahwa anak-anak pun terhisab dan dapat menjadi anggota kerajaan-Nya.

Anak-anak dibaptiskan berdasarkan iman orang tuanya kepada Kristus, karena Tuhan Yesus sendiri pernah mengatakan ”biarlah anak-anak itu datang kepadaKu”. Karena ketaatan orang tua kepada Tuhan Yesus dan karena kecintaan orang tua kepada anaknya, maka orang tua menyerahkan anaknya untuk dibabtiskan. Dengan membaptiskan anak, kita meyakini bahwa anak-anak yang belum mengerti apa-apa juga terhisap dalam karya Keselamatan Allah.

Sementara itu orang tua wajib mengajarkan tentang iman percaya kepada Kristus Yesus kepada anak-anak sampai anak itu dewasa, sehingga pada saat anak itu dewasa, ia mengakui imannya secara pribadi di hadapan Allah dan jemaat-Nya.

Selamat bagi para orang tua yang akan membaptiskan anaknya.

Komentar Anda