QUO VADIS GEREJA

Exemple

QUO VADIS GEREJA

Istilah Quo Vadis

Istilah “quo vadis” berkaitan dengan tradisi sejarah gereja. Konon ketika Roma dibakar oleh Kaisar Nero (Lucius Domitius Ahenobarbus), orang Kristen teraniaya. Aniaya yang dilakukan terhadap orang Kristen sangat kejam. Ia suka membuang orang Kristen ke kandang binatang buas, dan menjadikannya tontonan yang mengasyikkan.

Petrus berlari meninggalkan kota Roma untuk menyelamatkan diri, tetapi di jalan ia bertemu dengan Tuhan Yesus yang berjalan berlawanan arah dengannya. Ia bertanya, “Hendak ke mana Tuhan ?” Tuhan Yesus menjawab, bahwa Ia akan masuk ke kota Roma untuk mendampingi umat-Nya. Petrus merasa tertegur. Ia malu. Ia menyadari sikapnya yang pengecut, tidak bertanggung jawab dan mencari kenyamanan. Karena itu, ia kembali ke kota Roma. Menurut cerita dalam sejarah gereja, akhirnya ia mati disalib dengan kepala di bawah. Petrus sebelum mati berkata bahwa kalau Tuhannya mati dengan kepala di atas, ia tidak layak mati dengan kepala di atas. Karena itu, ia disalib dengan kepala di bawah.

 

Quo Vadis Gereja

Apa yang Anda bayangkan dengan gambar di atas? Ada perbedaan antara Petrus dan Yesus Kristus. Dengan pakaian yang mentereng dan mewah, Petrus berjalan melarikan diri dari Roma. Petrus hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Ia lupa pada panggilannya. Namun Yesus Kristus, dengan kondisi pakaian yang tidak lengkap dan cenderung compang camping, sambil memanggul salib Ia justru menuju ke arah Roma. Ia mencari mereka yang teraniaya, tersingkirkan, yang hak-hak hidupnya diambil oleh kekuasaan. Ia mencari mereka yang hidupnya dalam bahaya, hadir di tengah-tengah pergumulan umat. Itulah “jalan salib”.

Jadi, kata “quo vadis” tidak berarti asal berjalan, melainkan berjalan ke suatu arah, Jika kita “pergi” meninggalkan misi yang paling utama, maka sebetulnya kita telah melarikan diri dari tugas paling utama. Namun bila kepergian kita menuju arah misi Allah, maka seberat apapun perjalanan, kita harus hadapi. Itulah panggilan, menjalankaan misi Allah! Panggilan kita adalah berjalan ke arah kehendak Tuhan! Kemanakah Tuhan akan pergi, ke sanalah kita menuju, bukan ke arah yang berbeda!

“Quo vadis gereja? Kemanakah gereja akan berjalan?” Semestinya gereja berjalan menuju misi yang telah ditentukan Yesus Kristus sebagai Sang Kepala Gereja! Fungsi gereja adalah menjalankan misi-Nya! Dan kemana pun Yesus pergi, semestinya di situ juga gereja berada! “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku dan di mana Aku berada, di situ pelayan-Ku akan berada.” (Yohanes 12 : 26) Ketika Tuhan Yesus mengedepankan orang kecil dalam pelayanan-Nya, maka itulah yang harus dikerjakan gereja. Ketika Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit, memperhatikan mereka yang tersisihkan, maka di situlah juga gereja berada. Ketika gereja meninggalkan kemapanan dan kenyamanan, maka di situlah semestinya gereja. Misi gereja tidak lain mengikuti Misi Yesus.

 

Lintas Generasi Beragam Aksi

Dalam kehidupan kita, gambar di atas masih relevan. Bukankah Petrus menggambarkan kehidupan kita? Kita seringkali terjebak di dalam kenyamanan dan kemapanan sehingga ketika kita harus menjalani “jalan Salib” kita berusaha lari menjauhinya. Akan tetapi, perjumpaan Petrus dengan Tuhan Yesus mengingatkan kita juga bahwa Tuhan Yesus selalu ingin kita tetap menjalani “Salib” itu. Kata “Quo Vadis” mengingatkan kita bahwa kita harus selalu bertanya apakah kita sudah searah dengan Tuhan kita dalam perjalanan hidup di dunia ini. Menjadi pengikut Tuhan, tidak selalu berarti mengerti semua kehendak Tuhan. Semakin lama mengikuti Tuhan, maka akan semakin tidak mengerti. Akan tetapi, bukankah dengan semakin tidak mengerti, kita harus semakin mendekat kepada-Nya? Kata “quo vadis” menolong kita untuk mengoreksi dan merefleksi diri, apakah arah hidup kita sebagai bagian dari gereja berjalan searah dengan kehendak-Nya? Jalan Salib tidak pernah menyenangkan. Tidak ada seorang pun yang berani menjalaninya tanpa anugerah Tuhan. Kita hanya bisa mengharapkan kekuatan dan anugerah-Nya agar jalan salib yang harus kita jalani tidak pernah kita ingkari.

Kita tidak pernah berhenti merasa bersyukur kepada Tuhan untuk 51 tahun perjalanan kehidupan GKI Maulana Yusuf. Karena sepanjang itu pula, Tuhan Yesus tidak pernah berhenti menyertai dan memberkati GKI-MY. Segala kekayaan talenta dan karunia telah Tuhan berikan kepada GKI-MY untuk berkiprah dalam pelayanan nyata di tengah-tengah dunia ini.

Film “Beauty and the Beast” sangat bagus bukan semata-mata karena akting para pemainnya, namun memiliki pesan moral yang mendalam. Kita tentu mengerti istilah “Don’t Look the Book Just From the Cover”. Sekalipun penampilan memang diperlukan, namun bukanlah yang terpenting. Gereja tidak boleh terjebak hanya memperlihatkan penampilan. Gereja harus memiliki “inner beauty”, sebab itulah yang terpenting dan utama menentukan kualitas diri kita. Nilai-nilai hidup datang dari dalam, sedangkan penampilan. Jangan indah di muka, tetapi buruk di dalam.

Gerak pelayanan gereja pun semestinya mencerminkan demikian. Gereja dihadirkan di tengah-tengah dunia untuk menjadi garam dan terang, yang memberi rasa dan menerangi. Hal itu hanya mungkin terjadi, bukan karena banyaknya jemaat, bukan karena indahnya gedung dengan segala fasilitas yang dimiliki, bukan karena segala aksi bisa dilakukan dan digelar. Gereja benar-benar menjadi garam dan terang ketika ia memberi rasa dan menerangi! Segala aksi akan benar-benar memberkati dan menjadi berkat, manakala Tuhan Yesus benar-benar menjadi fokusnya. Karena itu, yang dibutuhkan gereja adalah para pelayan yang rendah hati dan melayani dengan hati, bukan sekedar berpenampilan dan menunjukkan aksi.

SELAMAT MERAYAKAN HUT ke-51 GKI Maulana Yusuf Kepada seluruh anggota jemaat dan para simpatisan. Selamat melayani bagi kemuliaan Nama Tuhan Yesus Sang Kepala Gereja.

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto

Komentar Anda

Upcoming Events

  1. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    October 30 @ 9:00 am - 12:00 pm
  2. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 3 @ 8:00 am - 11:00 am
  3. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 10 @ 9:00 am - 12:00 pm