PEMUDA KRISTEN, PEMUDA INDONESIA

Exemple

PEMUDA KRISTEN, PEMUDA INDONESIA

Tepat hari ini 90 tahun yang lalu, Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung selama 2 hari ditutup di sebuah rumah pondokan di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta. Saat acara hendak ditutup, dibacakan hasil kongres. Salah satu hasilnya adalah Sumpah Pemuda yang hari ini kita peringati. Sebuah seruan untuk putra-putri Indonesia bahwa mereka bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa persatuan, yakni Indonesia. Menariknya, pada bagian pertama dan kedua, digunakan kata “satu” untuk “tanah air” dan “bangsa”, sementara pada bagian ketiga digunakan “menjunjung bahasa persatuan” alih-alih “berbahasa satu”. Pada kesempatan yang sama, lagu kebangsaan Indonesia Raya juga diperdengarkan dengan biola oleh W. R. Supratman, yang menggubah lagu tersebut saat berusia 21 tahun. Tidak bisa dipungkiri bahwa rumusan Sumpah Pemuda dengan semangat persatuan ini berperan penting dalam pergerakan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Proyeksi Badan Pusat Statistik tahun 2010 – 2035 menyatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki bonus demografi, dimana penduduk dalam usia produktif (15-64 tahun) berjumlah 2 kali lipat dari usia non-produktif. Dilihat dari proporsinya, kelompok usia pemuda (16-30 tahun) berjumlah 25% dari total penduduk Indonesia. Proporsi yang tidak sedikit ini mengimplikasikan bahwa pemuda mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai pemuda Kristen, apa yang bisa dilakukan dalam kaitannya sebagai warga negara Indonesia? Ada 2 hal yang bisa diambil dari beberapa bagian Alkitab terkait kehidupan di dunia sebagai warga negara.

  1. Berdoa untuk para pemimpin di pemerintahan (Titus 3:1 dan 1 Petrus 2:13-14 )
    Pada beberapa bagian Alkitab ini, disebutkan ketaatan pada pemerintah dan kesiapan untuk “melakukan segala pekerjaan yang baik” sebagai cerminan perbuatan yang dihasilkan oleh iman. Pada jaman itu, banyak orang yang mengaku percaya namun berperilaku tidak semestinya, tidak taat, dan “tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik “ (Titus 1:16) .
  2. Mengusahakan kesejahteraan dan berdoa untuk tempat dimana kita berada (Yeremia 29:8)
    Ayat ini diambil dari bagian kitab Yeremia untuk orang Israel yang berada di pembuangan di Babel. Walaupun mereka tidak berada di negerinya sendiri, firman Tuhan memerintahkan mereka untuk tetap berkarya, ambil bagian dalam kesejahteraan negerinya, dan berdoa untuk kota tersebut. Kata bahasa Ibrani untuk “kesejahteraan” dalam bagian tersebut adalah “shalom” yang bukan hanya berarti kecukupan secara materi namun juga keadaan aman, selamat, dan tentram.

Sanggupkah pemuda untuk selalu berkarya mengusahakan kesejahteraan dan berkarya dimanapun mereka ditempatkan? Bait kedua dari lagu “Bangun Pemudi Pemuda” karya Alfred Simanjuntak mengatakannya dengan sangat indah: berusaha jujur, ikhlas, bekerja keras, berhati teguh dan lurus, pikiran tetap jernih, dan bertingkah laku halus. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda!

 

Oleh : Sdri. Lydia Utami Setyorini

Komentar Anda