MERAIH BAHAGIA SEJATI

Exemple

MERAIH BAHAGIA SEJATI

Jemaat kekasih Tuhan Yesus,

Keberadaan orang kaya seperti yang dicatat Markus 10:17-31 pastilah mengundang decak kagum orang-orang di sekitarnya. Bayangkan saja, orang itu tidak hanya kaya duniawi, tetapi juga kaya harta duniawi. Namun ia sebenarnya sedang bergumul ingin mendapatkan hidup kekal. Lalu apa jawab Yesus? Ia ternyata mengasihaninya (ayat 21a). Menurut Yesus ada satu hal yang tidak dimiliki orang kaya itu, dan satu hal itulah yang justru merupakan hal sentral untuk menjawab pertanyaannya.

Tuhan Yesus memerintahkan orang kaya itu untuk membuktikan, bahwa ia mengasihi Allah dan sesamanya (ayat 21b). Kepatuhan kepada Allah harus diwujudkan secara kongkret, yaitu mengikut Yesus. Dan dalam mengikut Yesus, ada satu pola hidup radikal yang harus ditempuh oleh para pengikut-Nya, yaitu rela meninggalkan segala sesuatu, dan hidup di bawah kontrol Allah.

Demikian juga dalam membangun rumah tangga. Tuhanlah yang telah mempersatukan laki-laki dan perempuan dan memberkati mereka untuk membangun rumah tangga yang Tuhan anugerahkan itu. Mereka yang telah dipersatukan Tuhan menjadi suami-istri haruslah memiliki komitmen yang sama : saling mengasihi dan hidup dalam rasa takut kepada Tuhan. Bila dalam membangun rumah tangga mereka teguh berpegang pada komitmen itu, maka sesusah apapun hidup yang mereka jalani, maka kebahagiaan sejati sangat mungkin diraih. Sebab mereka menjalaninya dengan kesadaran, bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, dan satu-satunya cara untuk meraih kebahagiaan tidak lain dengan menjalin relasi dengan Tuhan! Bersandar pada Tuhan adalah hal terpenting dalam menjalani hidup rumah tangga.

Gaya hidup yang hedonis dan konsumtif saat ini mudah meretakkan bahkan menghancurkan keluarga yang telah Tuhan bentuk. Ini semestinya menyadarkan kita, bahwa harta memang memberi kesenangan dan kenikmatan dunia, tetapi tidak memberi kebahagiaan sejati, apalagi hidup kekal!

 

Oleh : Pdt. Wee Willyanto

Komentar Anda