MENJAGA PERKATAAN!

Exemple

MENJAGA PERKATAAN!

Seorang tukang beca pernah berkata kepada saya: “Kamu anak pintar…” Ucapan sang tukang beca pada saya yang saat itu berusia enam tahun mengubah total hidup saya. Sebelum mendengar perkataan si tukang becak saya minderan. Merasa diri bodoh! Tidak percaya diri. Tetapi, setelah perkataan sang tukang beca, saya jadi lebih percaya diri. Persepsi terhadap diri sendiri langsung bergeser ke arah yang lebih positif. Tidak soal siapa atau apa profesi yang mengucapkan, setiap kata yang diucapkan seseorang kepada sesamanya memiliki kekuatan dahsyat untuk mengubah. Boleh percaya atau tidak, dalam setiap kata yang anda ucapkan itu ada unsur hipnotis. Ia bisa mempengaruhi sikap hidup dan perilaku orang terhadap anda.

Kata-kata mengubah banyak hal. Sesuatu yang positif, bisa jadi negatif! Sebaliknya yang negatif bisa jadi positif! Putus asa bisa berubah jadi harapan. Duka jadi suka. Kata-kata bisa mengubah cinta jadi benci. Kata-kata bisa membuat orang terluka hatinya. Kata-kata bisa mempertebal tembok keterpisahan, atau sebaliknya, membangun jembatan persaudaraan. Jadi, jangan menganggap remeh apa yang anda ucapkan. Orang akan ingat terus! Kamu adalah apa yang kamu katakan! Raja Salomo bilang, “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (Amsal 12:18). Ucapan yang bijak memulihkan relasi keluarga yang sedang retak. Sebaliknya, ucapan yang kasar dan vulgar menciptakan luka batin terhadap siapa pun, termasuk anggota keluarga kita sendiri.

Petrus nekad menegur Yesus. Tetapi, cara dan motivasinya saat menegur lebih banyak dikuasai ego dan kepentingannya daripada dikuasai oleh rencana Allah. Yesus pun langsung marah! Petrus harus belajar berkomunikasi dengan ramah. Anda harus ingat, maksud yang baik bila dikomunikasikan dengan cara yang kurang etis akan menimbulkan resistensi. Kita harus tahu waktu yang tepat saat berbicara. Einstein bilang: ”orang pandai bisa mengucapkan banyak hal. Orang bijak mampu menahan ucapan yang tidak perlu dilontarkan.” Petrus juga harus belajar untuk keluar dari ego sentrismenya, lalu lebih mengutamakan kehendak Allah. Ketika hendak berbicara, sebaiknya ujilah dulu motif dan strategi mengungkapkannya. Jangan bicara kalau anda tidak menguasai persoalannya. Jangan juga bicara kalau anda tidak siap mendengar. Bicaralah seperlunya, tetapi yang terpenting belajarlah untuk mendengar!

 

Oleh : Pdt. Albertus Patty

Komentar Anda

Upcoming Events

  1. PERSIDANGAN MAJELIS JEMAAT

    September 23 @ 12:00 pm - October 3 @ 3:00 pm
  2. PERSEKUTUAN DEWASA JUNIOR

    September 26 @ 7:00 pm - 10:00 pm
  3. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH 4

    October 6 @ 9:00 am - 12:00 pm
  4. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    October 30 @ 9:00 am - 12:00 pm
  5. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 3 @ 8:00 am - 11:00 am
  6. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 10 @ 9:00 am - 12:00 pm