KINI SAYA BELAJAR DARI AHOK !

Exemple

KINI SAYA BELAJAR DARI AHOK !

          Ada aspek menarik pada era perjuangan merebut kemerdekaan. Para bapak dan ibu pendiri bangsa ini bersedia berkorban! Mereka mengorbankan apa pun dalam perjuangan demi kemerdekaan bangsa. Mereka semua bersedia berjuang sampai mati demi bangsa! Inilah penyangkalan diri yang luar biasa! Ada yang sedang mempersiapkan diri untuk menikah, tetapi saat panggilan perjuangan datang, mereka bersedia menunda pernikahan demi bangsa. Padahal mereka tahu bahwa dalam perjuangan itu mereka mungkin akan mati. Tetapi mereka tidak perduli. Kemerdekaan bangsa di atas kepentingan pribadi! Ada yang terpaksa meninggalkan istri atau suami yang dicintai serta anak-anak yang masih kecil demi perjuangan kemerdekaan. Sebagian lagi keluar dari kepentingan etnik demi kesetiaan kepada bangsa. Ada yang melepaskan kepentingan kelompok agamanya demi kepentingan semua. Singkatnya, mereka semua bersedia berkorban! Semua demi bangsa! Demi cinta pada tanah air!

             Sesungguhnya gerakan kesetiaan dan pengorbanan demi bangsa adalah sebuah gerakan emansipasi. Ia adalah gerakan membebaskan diri dari kaum penjajah yang menindas, tetapi juga gerakan emansipasi yang membebaskan diri dari ikatan kepentingan pribadi, egoisme primordial agama dan etnik yang sempit. Semua berpikir dan berjuang untuk dan demi bangsa! Tidak ada yang lainnya! Latar belakang etnik dan agama tidak menjadi faktor penghambat dalam arus kebangsaan Indonesia. Sebaliknya, latar belakang itu justru menjadi faktor komplementer yang memperkaya kebangsaan itu sendiri. Intinya, pengorbanan menjadi kata kunci dalam setiap perjuangan untuk menyelamatkan kebangsaan dan kemanusiaan.

          Saat Yesus berkata : ”Akulah Roti Hidup….yang Kuberikan untuk hidup dunia!” Yesus berbicara tentang pengorbanan! Yesus mengasihi dunia ini, tetapi kasih sejati hanya dibuktikan melalui kesediaan berkorban, dan pengorbanan hanya terwujud ketika orang menyangkal diri. Tanpa penyangkalan diri, anda tak mungkin berkorban. Penyangkalan diri berarti menempatkan kepentingan diri diurutan buncit! Celakanya, orang dimana pun semakin enggan berkorban, apalagi menyangkal diri. Orang makin sulit bertindak seperti Yesus yang menyangkal diri dan berkorban demi menyelamatkan sesama. Sebaliknya, orang cenderung mengorbankan orang lain demi menyelamatkan ego dan kepentingan dirinya. Soal penyangkalan diri dan pengorbanan demi bangsa, kita perlu belajar dari Yesus, tetapi kita juga bisa belajar dari Ahok. Ia bersedia berkorban demi bangsa! Ia tidak membiarkan diri dikuasai dendam kesumat meski orang yang ikut menjebloskan dia ke dalam penjara dipilih Jokowi menjadi calon Wakil Presiden. Ahok tetap mendukung Jokowi! Respon Ahok ini membuat Goenawan Mohamad, essais terkenal, yang pelit memuji orang itu berkata:” Dulu saya belajar memaafkan dari Martin Luther King Jr. dan Mandela. Hari ini saya belajar dari Ahok.

Oleh : Pdt. Albertus Patty

Komentar Anda