KESEHATAN JASMANI DAN KEBUGARAN ROHANI

Exemple

KESEHATAN JASMANI DAN KEBUGARAN ROHANI

Pendahuluan

Baru saja berlalu gegap gempita kemeriahan Asian Games Ke-18, tanggal 18-08-18, adrenalin meningkat setiap menonton pertandingan, terutama saat pembukaan, ketika terjadi dua hal yang fantastis, yaitu koreografi tarian saman yang menggetarkan serta pak Jokowi ber-helm menaiki motor. Diakui oleh dunia internasional, Indonesia sangat berhasil menyelenggarakan perhelatan olahraga besar, diikuti perolehan medali emas yang jauh meliwati target.Tampak momen-momen olahraga ketika atlet berkerudung bahu membahu dengan atlet bersalib, semua identitas setara, saling berangkulan, saling tertawa dan saling mengalirkan air mata. Sungguh terharu melihat semangat inklusif kewargaan yang meleburkan perbedaan dalam harmoni persatuan.

Itulah kekuatan Olahraga ! The energy of Asia !

Setiap tanggal 9 September, diperingati sebagai Hari Olah Raga Nasional. Tanggal itu dipilih merujuk pada penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) pertama, yaitu tanggal 9-12 September 1948, di Solo.

 

Kesehatan Jasmani

Bila ditanya pada setiap orang, apakah mau sehat?, pasti jawabannya ya. Tetapi bila disuruh berolahraga, sering orang malas atau beralasan sibuk. Padahal kesehatan tidak bisa dibeli dengan uang, melainkan harus dilakukan sendiri. Kebanyakan orang, terutama masyarakat urban terlalu banyak duduk dan kurang gerak (sedential). Sebenarnya, Alkitab berisi firman Allah juga mengajarkan kepada kita tentang hidup sehat. Kesehatan yang sempurna hanya berasal dari Allah, seperti halnya iman. Setiap orang beriman yang diberi kesehatan oleh Tuhan, tidak boleh memegahkan diri, karena itu bukanlah hasil usaha kita. Akan tetapi bukan berarti dengan demikian orang Kristen tidak boleh berusaha, hanya berharap saja, serta meminta kesehatan jatuh dari langit, padahal ada tertulis, iman tanpa perbuatan adalah mati, sehingga kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga hidup kita agar tetap sehat. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa kita perlu memelihara tubuh kita dengan baik, dinyatakan dalam Efesus 5:29 : “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat“.

 

Kebugaran Rohani

Sejak awal manusia sudah didesain untuk melakukan “pekerjaan baik” yang sudah dipersiapkan jauh sebelumnya oleh Tuhan (Efesus 2:10). Ketika manusia melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik tersebut, maka bukan saja tujuan Tuhan dapat tercapai, tetapi kondisi kesehatan rohani pun akan terbangun. Kebugaran rohani dicapai melalui proses kematangan dan diperlukan sikap yang proaktif untuk mencapainya seperti yang dikehendaki Tuhan. Latihan untuk meningkatkan kebugaran rohani adalah beribadah. Beribadah bukanlah melulu perihal pergi ke gereja, tetapi lebih kepada pengaplikasian firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya membaca firman Tuhan, merenungkan siang dan malam dan melakukannya secara nyata, menjadi berkat bagi sesama, menjadi sosok yang baik dalam keluarga, suami yang siaga, isteri yang cakap, anak-anak yang patuh, menjadi manusia yang hidupnya digerakkan oleh kasih. Untuk bisa sampai ke dalam bentuk hidup seperti ini tidak bisa secara instan melainkan memerlukan latihan. Rasul Paulus menyamakan ibadah dengan istilah “berlatih” dengan pemahaman bahwa pertumbuhan rohani tidak bisa dicapai dalam waktu “semalam”, namun harus melewati latihan demi latihan dengan motivasi yang benar hari lepas hari. Kebugaran Rohani atau spiritual fitness dimulai dari kesadaran, kesungguhan, bahkan kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan, mendengar suara-Nya, berdiam di hadirat Nya, merasakan kasih-Nya, mengerti kebenaran firman Tuhan. Kebugaran rohani merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, bahkan lebih penting dari kebugaran jasmani baik saat ini ketika masih di dunia maupun nanti setelah selesai dari masa kehidupan yang singkat ini. Jika orang mau meluangkan waktu untuk kesegaran jasmani yang membawa manfaat dalam masa hidup yang hanya sementara, mengapa banyak yang justru malas meluangkan waktu untuk kebugaran rohani yang sifatnya selamanya?

Mengejar kesehatan tubuh tidaklah salah, namun meremehkan pembangunan tubuh rohani bukanlah keputusan yang bijak. Banyak orang yang terlihat sehat secara jasmani, namun sayangnya tidak diikuti dengan sehat secara rohani, dan sebaliknya. Seperti dinyatakan dalam 1 Timotius 4:8, bahwa “latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

Secara sederhana, untuk menciptakan suatu kehidupan yang “sempurna”, dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Hidup dalam keseimbangan
    Hidup manusia harus berada dalam keseimbangan antara kesehatan
    jasmani dan kebugaran rohani. Idealnya, kedua hal tersebut
    seharusnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan
    harus sama-sama diperhatikan dengan baik dan dijaga agar
    tetap seimbang.
  2. Hidup dalam pengendalian
    Setiap manusia memiliki keinginan, nafsu dan hasrat, yang selalu
    ingin dipenuhi. Tetapi bila keinginan tersebut dilakukan secara
    berlebihan dengan tanpa pengendalian, maka kehidupan seseorang akan
    menjadi tidak baik.
  3. Hidup dalam bersukacita dalam Tuhan
    Hati yang gembira adalah obat. Tips ini sudah terbukti sejak dahulu
    kala bahkan sampai saat sekarang ini pun, dokter, psikolog, terapis
    selalu menganjurkan pasiennya untuk bersukacita. Hal apakah membuat
    kita dapat bersukacita adalah dengan mengingat akan kebaikan,
    kesetiaan, perlindungan, pertolongan, berkat dari Tuhan. Sehingga
    ucapan syukur serta sukacita ilahi akan melingkupi diri kita.

Anda tentu mau untuk menjadi “manusia yang sempurna”, bukan? Dengan demikian, marilah kita bersama mencapai hidup dalam kondisi sehat jasmani dan bugar rohani. Suatu kondisi hidup yang dapat dicapai dengan upaya yang sungguh-sungguh, dimulai dari sekarang dan melalui suatu proses. Biarlah kondisi seperti ini dilakukan secara konstan dan kontinyu, sehingga kondisi ini akhirnya akan menjadi suatu kebutuhan dan bahkan menjadi jalan hidup kita.

Akhirnya, biarlah kita semua warga jemaat merawat, memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan kebugaran rohani sehingga mencapai level yang prima.

 

Oleh : Pnt. Johan. M. Nasution

Komentar Anda