KELUARGA YANG KUAT & KOKOH

Exemple

KELUARGA YANG KUAT & KOKOH

Selama delapan belas tahun saya tidak bisa menyebut ‘R’ dengan benar. Selama itu saya habis-habisan diejek berbagai teman. Saya heran mengapa orang suka mengeksploitasi kelemahan dan kekurangan orang lain daripada berupaya menerima dan menutupinya. Yang pasti, selama delapan belas tahun saya menderita. Frustrasi! Minder! Tidak percaya diri! Meski demikian, saya berhasil melewati masa-masa suram itu. Saya menjadi penyintas, surviver! Siapa yang paling berjasa membuat saya menjadi penyintas ? Orang tua saya! Mereka menerima, menopang, menghibur, menguatkan dan meyakinkan saya pada berbagai banyak kelebihan lain yang saya miliki. Saya ingat ketika mereka berkata: “Banyak orang Tionghoa tidak bisa menyebut “R” tetapi mereka menjadi orang yang berhasil.” Saya termotivasi! Saya bersyukur kepada Tuhan memiliki orang tua bijak yang membuat saya kuat.

Nick Vujicic lahir di Brisbane, Australia, dengan gangguan Tetra-Amelia langka: tanpa lengan sama sekali, dengan dua kaki kecil, salah satu kakinya hanya memiliki dua jari. Situasi itu membuat Nick sempat depresi dan ingin bunuh diri saat berusia 8 tahun. Tetapi, kesabaran, penghiburan, dukungan dan motivasi kedua orang tuanya membuat Nick Vujicic menjadi kuat dan bermental baja. Berkat dukungan kedua orang tuanya, Nick berkembang secara intelektual dan spiritual. Ia sadar bahwa hidup harus dia syukuri apapun keadaannya. Life must go on! Nick harus tetap tegak berdiri! Nick bangkit! Dia menjadi motivator hebat yang berhasil memotivasi jutaan orang di seluruh dunia untuk meraih mimpi.

Kisah lain! Sejak usia 8 tahun, Kendar seorang diri merawat ayahnya yang lumpuh. Mereka tinggal di desa Karang Bawang, Banyumas. Ibunya bekerja sebagai TKI di luar negeri. Sudah beberapa tahun tidak pulang. Sejak sang ayah lumpuh total, Kendar menjadi tulang punggung kehidupan mereka. Sebelum ke sekolah, Kendar membersihkan rumah, menyuapi ayahnya dengan makanan masakannya sendiri, memandikannya, mencuci pakaian. Sepulang sekolah, ia bekerja serabutan, apa saja demi mendapatkan uang untuk keperluan sehari-hari mereka berdua serta untuk membiayai sekolahnya. Kendar merawat ayahnya dalam ketulusan dan cinta.

Keluarga menjadi kuat dan kokoh ketika setiap anggota keluarga saling mengasihi dan saling mendukung. Ketidakadilan dan penindasan di dalam keluarga menciptakan konflik, tetapi memanjakan anak berlebihan menciptakan kerapuhan. Setiap anggota keluarga harus difasilitasi untuk berkembang secara intelektual, tetapi juga bertumbuh dalam kematangan dan tangggungjawab. Ada saat anak membutuhkan pertolongan orang tua. Tetapi ada saat orang tualah yang membutuhkan pertolongan anak-anaknya. Kita harus belajar saling menopang. Kita saling membutuhkan. Tetapi jangan lupa, sumber utama kekuatan kita adalah Tuhan yang menerima, mencintai dan menyelamatkan kita dari badai topan sebesar apa pun!

 

Oleh : Pdt. Albertus Patty

Komentar Anda

Upcoming Events

  1. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    October 30 @ 9:00 am - 12:00 pm
  2. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 3 @ 8:00 am - 11:00 am
  3. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 10 @ 9:00 am - 12:00 pm