DIA TELAN SALIB ITU BULAT-BULAT

Exemple

DIA TELAN SALIB ITU BULAT-BULAT

Ciuman maut itu mungkin telah melumpuhkan semangat-Nya. Meski tahu kalau sedang dikhianati, tapi Ia tak mau ingkar janji seperti si pemberi ciuman itu. Singkat saja, salib yang sebenarnya bisa Dia hindari itu tak jadi membuatnya merana. Semua karena cinta atas ketaatan pada Bapa-Nya. Dia telan salib itu bulat-bulat!

Dalam lingkungan tentara, satu komando itu keharusan yang tidak boleh dilanggar. Kalau pimpinannya bilang A, anak buah atau yang berpangkat lebih rendah mesti melakukannya tanpa ada tanya atau bantahan. A dari atas A di bawah! Seperti itulah suasana malam Gerakan 30 September 1965 terjadi, dikira atas perintah Presiden Soekarno, 7 Pahlawan Revolusi itu ‘manut’ pada penjemputan paksa yang dilakukan oleh para Cakrabirawa (pasukan khusus pengawal presiden) kala itu.

Awalnya ‘ngaku’ akan dibawa menghadap ke istana, kenyataannya ke Lubang Buaya, disiksa, diolok-olok, ditembak lalu dimasukkan ke dalam sumur tua. Keesokan harinya ditemukan dan sudah diisukan negara dalam keadaan gawat darurat! Ada si pamanggus (si serakah) ingin berkuasa sedang beraksi!

40-an tahun setelahnya, kita melihat perspektif yang lebih jernih tentang siapa dalang dan pelaku aksi biadab itu! Yang mengakibatkan pembunuhan jutaan manusia Indonesia yang tidak berdosa dan tak tahu menahu soal Dewan Jenderal atau Dewan Revolusi yang waktu itu didengung-dengungkan akan melakukan kup pada Presiden Soekarno.

Di sudut lain, ada nuansa kental penggulingan Soekarno sebagai kepala negara sekaligus pertanda masuknya asing (red: USA) sebagai pengeruk sumber daya alam (SDA) kita lewat Freeport di Tanah Papua, serta model penjajahan baru berupa peminjaman utang, salah satunya pembuatan Satelit Palapa. Belum lagi soal infrastruktur lainnya.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan sekaligus goncangan yang dialami keluarga besar 7 Pahlawan Revolusi itu, harus kehilangan sosok yang mereka banggakan dan sayangi dengan cara yang memilukan! Kabarnya, pada saat itu Kapten Czi. Pierre Tendean, ajudan Jenderal A.H. Nasution, akan melangsungkan pernikahan tetapi keburu diambil oleh para penghianat biadab yang juga memberondong Ade Irma Suryani hingga tewas.

Itulah konsekuensi yang mereka harus terima karena taat dan setia kepada negara dan Pancasila. Ketaatan itu ada konsekuensi logisnya. Hasilnya, sampai hari ini kita bisa hidup rukun dalam keberagaman dengan ribuan suku, budaya, etnik juga bahasa. Indah betul!

Bagi saya, ketujuh prajurit itu setia. Setia sampai akhir hidupnya pada janji prajurit. Karena tahu Presiden Soekarno yang meminta, sebagai panglima tertinggi, subuh sekalipun mereka berusaha memberikan yang terbaik, berganti baju seragam meski tak semua punya kesempatan, tapi mereka mencoba. Memberikan yang terbaik yang mereka bisa. Tak dinyana, kenyataan pahit harus mereka terima, diberondong laras panjang.

Ketaatan pada negara dan Pancasila, saya melihat itu dengan jelas dalam kehidupan 7 Pahlawan Revolusi itu. Sudah barang tentu jadi teladan yang langka bagi kita di zaman sekarang. Dimana semakin terang-terangannya oknum atau para pelacur ideologi itu hendak menggantikan Pancasila lewat upaya-upaya yang mengacaukan ekonomi, kestabilan keamanan dalam kehidupan sosial, aksi teroris yang tak peduli berapa banyak korban. Tujuan mereka, membuat kita takut ber-Pancasila!

Oh iya, saya mau cerita soal ketaatan kecil saya, pamer dikit nggak apa-apa yah, tentang pola makan dan jam tidur saya. Sebelumnya, saya orang yang serampangan soal gaya hidup. Apa saja yang ingin saya beli, saya makan, dinikmati lalu diabaikan resikonya. Tak ada aturan dalam keseharian saya. Hari ini bisa di Bandung, besok bisa di Balige atau di kota lain. Saya sulit diatur. Sampai pada ketika stroke itu datang, hidup saya mau tak mau harus berubah total. Kalau tidak mau sakit lagi.

Bayangkan, biasanya saya tidur diatas jam 12 malam. Sekarang sekitar pukul 22.00 sudah tidur, makan tidak terlambat, begitu juga dengan minum obat dan olahraga rutin setiap pagi selama 30 menit sampai 1 jam. Sudah setahun saya punya kebiasaan ini. Semuanya demi kehidupan serta kesehatan yang lebih baik, jadi saya harus taat pada kebiasaan baru itu. Konsekuensi logisnya yang saya terima, badan saya semakin fit, bisa berlari satu putaran di Sabuga tanpa berhenti. Ketaatan saya berbuah yang bermanfaat bagi saya.

Suatu pagi, saya membayangkan kisah nyata ketaatan Yesus pada rencana Bapa-Nya, mati di kayu salib! Harusnya naluri kemanusiaan Yesus bisa mengelak bahkan lari dari tugas yang diberikan-Nya itu. Tapi, salib itu akhirnya ditelan Yesus bulat-bulat! KetaatanNya menyebabkan konsekuensi ‘logis’, kita diselamatkan dari dosa!

Kembali soal Pancasila. Apa tugas kita sebagai penjaga Pancasila di zaman now? Membumikan Pancasila adalah tugas kita bersama di depan masa generasi milenial ini. Tak perlulah adik-adik kita itu mengikuti kakunya penataran Pancasila yang pernah kita alami semasa sekolah dulu. Dengan cara-cara zaman now supaya mereka tak mengira Pancasila itu produk usang. Salah satunya, bisa dengan mengajak mereka nonton film-film perjuangan di bioskop atau kongkow dan cerita serunya punya teman yang beda suku di coffee shop.

Ada teladan ketaatan serta kesetiaan yang bisa kita lihat dari pengorbanan Yesus di kayu salib itu, juga dengan kesetiaan para jenderal pahlawan revolusi itu pada Pancasila. Kita sama-sama tahu, tidak mudah untuk taat dan setia, sederhana saja; kita masih tidak konsisten setiap pagi mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang masih memberikan nafas kehidupan. Kita malas! Nah, kalau mengucap syukur saja kita kesulitan, apalagi kalau kita diminta untuk berkorban demi orang lain atau negara, kita akan bergumam: ih ogah amat yah!

”Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”         – Filipi 2:8

Komentar Anda

Upcoming Events

  1. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    October 30 @ 9:00 am - 12:00 pm
  2. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 3 @ 8:00 am - 11:00 am
  3. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 10 @ 9:00 am - 12:00 pm