DEMI BANGSA INDONESIA !

Exemple

DEMI BANGSA INDONESIA !

Para pemuda Kristen berkumpul dalam Penelahaan Alkitab (PA). Sudah beberapa kali mereka menggumuli topik tentang politik yang menarik sekaligus menantang. Topik itu adalah : bagaimana sikap Kristen terhadap Belanda, penjajah yang Kristen itu? Topik ini makin panas karena Belanda itu kakak rohani. Mereka yang memperkenalkan Kekristenan. Hubungan emosional dengan Belanda, plus hubungan spiritual yang erat menyulitkan dalam bersikap. Setelah beberapa kali perdebatan ‘hot’ para pemuda Kristen tiba pada kesimpulan melegakan. Betapa pun, memiliki hubungan spiritual yang erat dengan Belanda, kebenaran harus disuarakan, keadilan harus ditegakkan. Siapa pun, termasuk bangsa Indonesia, harus dimerdekakan dari penindasan dan penjajahan bangsa lain. Saat itu, pemuda Kristen belajar ‘menjaga jarak’ emosional. Kedekatan bukan berarti menerima apa pun yang dilakukan sang ‘kakak Rohani.’ Relasi yang baik tidak harus menumpulkan daya kritis terhadap berbagai penyimpangan. Mereka ingat, Allah pun pernah ‘menjaga jarak’ emosional dengan umat-Nya. Ketika Israel, sebagai bangsa pilihan, menindas dan melakukan ketidakadilan terhadap bangsa lain, diamkah Allah? Tidak! Allah marah! Allah bahkan muak pada kemunafikan! Kedekatan emosional tidak menumpulkan daya kritis terhadap praktek ketidakadilan dan penindasan. Allah tegas! Allah menyuruh Amos mengecam Israel. Amos berteriak lantang: “Tidak perlu kalian beribadah selama kalian terus melakukan penindasan dan ketidakadilan….Aku jijik pada ibadahmu!

Para pemuda Kristen belajar ‘mengambil jarak’ terhadap ‘kakak rohani.’ Mereka mengangkat suara kenabiannya. Atas nama kebenaran Allah, penjajahan dalam bentuk apa pun harus dihentikan. Keadilan harus ditegakkan. Penjajah Belanda yang Kristen itu harus ‘angkat kaki’ dari bumi Indonesia. Biasanya, dalam PA orang membicarakan soal-soal ritual dan dogmatik tanpa pesan profetik yang relevan bagi umat yang sedang mengalami berbagai pengalaman berat dalam kehidupan. Kali ini, PA itu mengeluarkan pesan teologis yang merespon kondisi sosial-politik bangsa. Isi kecaman sangat keras bagi sang ‘kakak rohani.’ Memang, pesan profetik Allah yang dilandasi cinta kasih itu bisa mengarah keras terhadap siapa pun, temasuk bila pelaku ketidakadilan itu umat Allah sendiri. Pesan PA dari pemuda Kristen, seperti Leimena, Amir Syarifudin, TB Simatupang, Maramis, dan sebagainya, memberikan pemulihan holistik bagi bangsa terjajah. Inti pesan Alkitab adalah UUC, ujung-ujungnya cinta. “Tanpa cinta atau tanpa kasih, apa pun yang aku lakukan sama sekali tak berguna,” kata Paulus.

 

Oleh : Pdt. Albertus Patty

Komentar Anda

Upcoming Events

  1. PERSIDANGAN MAJELIS JEMAAT

    September 23 @ 12:00 pm - October 3 @ 3:00 pm
  2. PERSEKUTUAN DEWASA JUNIOR

    September 26 @ 7:00 pm - 10:00 pm
  3. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH 4

    October 6 @ 9:00 am - 12:00 pm
  4. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    October 30 @ 9:00 am - 12:00 pm
  5. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 3 @ 8:00 am - 11:00 am
  6. PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

    November 10 @ 9:00 am - 12:00 pm