Keramahan Kepada Orang-Orang Kecil

arsiv

Exemple

Keramahan Kepada Orang-Orang Kecil

“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” – Matius 10:42

“Mampir, mas. Sudah makan belum? Mari makan sama-sama. Berbagai ungkapan keramahan sering terucap dalam percakapan ringan di tengah masyarakat. Bak sebuah koreografi tari yang terlatih selama berabad-abad, dengan serentak juga masyarakat umumnya akan menanggapi tawaran demikian dengan penolakan halus. Itulah yang sering disebut sebagai general courtesy, sebuah konvensi komunikasi berupa rangkaian penawaran dan penolakan yang tidak dimaksudkan untuk sungguh-sungguh terjadi. Dengan kata lain, sebuah basa-basi.

Jika kita mencermati komunikasi yang kita lakukan setiap hari, cukup banyak ternyata berisi basa-basi. Ketika anda menanyakan, “Apa kabar?” Kepada seseorang, umumnya anda tidak sungguh-sungguh siap untuk mendengar penjelasan panjang lebar tentang apa yang orang tersebut baru saja alami. Ketika seseorang menawarkan anda untuk ikut makan, sementara hanya ada satu porsi makanan yang terhidang, kemungkinan besar ia tidak memiliki cukup makanan untuk bisa dinikmati bersama dengan anda.

Jadi, apakah sopan santun yang seperti itu sebenarnya sekedar sebuah basa-basi yang tidak diperlukan? Barangkali kita harus membayangkan, bagaimana jadinya apabila orang tidak lagi menyapa, atau mengundang singgah, atau menawarkan makanan? Rasanya ada yang hilang. Ibarat mekanisme tanpa pelumas, demikianlah relasi sosial di tengah masyarakat tanpa sopan-santun basa-basi ala masyarakat kita.

Sesungguhnya di balik ungkapan-ungkapan yang tampak basa-basi itu, ada sebuah narasi sosial yang hendak mengingatkan kita untuk selalu peduli kepada orang lain. Terlepas dari apakah saat itu anda punya atau tidak sumber daya, waktu, atau tenaga untuk dibagi. Namun itulah nasehat yang hendak disampaikan kepada masyarakat kita: Biarlah ada keramahan dan kesadaran untuk berbagi kepada orang lain.

Oleh karena itu, sesungguhnya bukan ungkapan basa-basinya yang harus kita buang. Namun upayakan supaya kita bisa meningkatkan perbuatan kita, bukan lagi sekedar basa-basi, tetapi menjadi aksi!

Oleh: Pdt. Roy Alexander Surjanegara

Read More →
Exemple

Pengharapan di Tengah Ratapan

“Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.” – Yeremia 20:9

Yeremia 20: 7-18 memberi gambaran memilukan tentang keluh kesah kehidupan seorang pelayan Tuhan. Yeremia sadar bahwa ia terpanggil untuk melayani Tuhan dengan hidupnya, dan ia berusaha menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Namun ternyata menjalani hidup benar itu sangat tidak mudah. Orang-orang yang ia layani justru mencemooh dan menentang dirinya. Ada tekanan dalam diri Yeremia untuk menghentikan semua pelayanannya, ia ingin lari dan menyudahi semua ini. Namun setiap kali ia memikirkan untuk menyerah, ada kuasa Tuhan yang tidak dapat ia sangkal mengingatkannya untuk terus maju!

Persekusi, sebuah istilah baru yang menghiasi bahasa media di Indonesia belakangan ini. Tindakan pengejaran dan penganiayaan (persecution) telah menjadi bagian dari kehidupan pengikut Kristus sejak awal mulanya. Bahkan para nabi-nabi Tuhan sering menghadapi ancaman ini. Kesukaran, penderitaan, dan aniaya dari orang-orang yang justru hendak ia layani sering menimbulkan reaksi untuk mundur atau menghentikan saja segala pekerjaan baik yang sedang ia lakukan.

Namun Matius 10 memberi semangat baru kepada mereka yang menempuh jalan sukar membela kebenaran Tuhan: “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.”

Tuhanlah yang berkuasa atas keselamatan jiwa kita! Itu pesan yang hendak ditegaskan oleh Tuhan Yesus. Manusia dapat memberi tekanan yang menyengsarakan, melukai tubuh, namun keselamatan jiwa kita sepenuhnya ada dalam kedaulatan Tuhan Allah. Dan ketika kita berada di pihak Allah, menjalankan kehendak-Nya, maka seberat dan sesukar apapun penderitaan yang harus ditempuh oleh orang percaya, kita boleh terus berpengharapan bahwa Ia menjaga kita senantiasa.

Janganlah patah semangat dalam mengerjakan hal yang baik dan benar, karena Tuhanlah yang akan mengapresiasi apa yang kita kerjakan itu.

Oleh: Pdt. Roy Alexander Surjanegara

Read More →
Exemple

PARTISIPASI YANG SEMPURNA!

Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” – Kejadian 1:28

Inilah firman yang Allah berikan kepada manusia, segera setelah bumi dan segala isinya selesai diciptakan. Manusia mendapat mandat untuk memelihara kehidupan bumi dan segala isinya. Setelah itu Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik!

Dalam tuturan kisah penciptaan di kitab Kejadian, Allah bukan sekedar menghadirkan berbagai mahluk dan alam semesta: Ia memberi mandat untuk saling berelasi dan saling memelihara kehidupan. Terkadang manusia menafsirkan ayat ini sebagai kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya untuk berlaku semena-mena terhadap alam ciptaan. Akibatnya, seringkali perilaku manusia justru menjadi destruktif dan tidak mempedulikan bumi dan mahluk ciptaan lain. Egosentrisme manusia kemudian justru menjadi sumber kehancuran alam yang telah Tuhan ciptakan dengan sungguh amat baik!

Berita kasih tentang pemeliharaan Allah atas kehidupan diulangi kembali di dalam Perjanjian Baru. Melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, kehidupan yang hancur akibat dosa, mendapatkan penebusan dan pemulihan dari Allah. Sebuah karya “penciptaan baru” telah Ia lakukan, dan Ia mengutus para murid-Nya untuk mengabarkan Kabar Baik (Injil) ini (Matius 28:19-20).

Ketika kita menengok kepada sejarah umat manusia beberapa dekade terakhir, maka kita perlu tertunduk malu melihat betapa manusia telah gagal menyadari panggilan agung untuk memelihara dan merawat kehidupan bersama alam ciptaan. Agama, keyakinan iman, dan ideologi dimanipulasi dan menjadi selubung paling laku untuk menyelimuti keserakahan dan arogansi manusia. Lihatlah potret-potret kehancuran akibat perang, eksploitasi alam, dan kelalaian manusia terhadap alam ciptaan yang Tuhan percayakan kepadanya.

Saat ini, kita butuh sebuah pertobatan paradigma misi Kristen. Tuhan tidak memanggil kita untuk menuntut orang lain agar bersedia mengubah kolom agama di KTP mereka. Tuhan memerintahkan kita untuk memelihara kehidupan sebagai sesama ciptaan. Itulah partisipasi yang sempurna kita sebagai manusia ciptaan Tuhan!

Oleh: Pdt. Roy Alexander Surjanegara

Read More →
Exemple

SELAMAT HARI PENTAKOSTA!

 

Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” – 1 Korintus 12: 13

Arti kata Pentakosta adalah hari kelima-puluh (dihitung dari kebangkitan Tuhan Yesus/Paskah). Pada saat itulah Penolong yang dijanjikan Tuhan Yesus digenapi: Roh Kudus turun dan  memenuhi semua orang percaya (Kisah Rasul 2).

Siapakah Roh Kudus? Ia adalah Allah yang hidup dan tinggal dalam setiap orang percaya. Memberi dunamis (daya) untuk menjalani hidup sebagai orang percaya. Menuntun, menolong, menguatkan, dan memampukan kita menjadi pribadi-pribadi yang benar.

Roh Kudus bukan sekedar “kekuatan” dari Allah. Ia adalah pribadi  Allah Tritunggal yang kita kenal melalui kesaksian Alkitab:

  • Roh Kudus “menyelidiki” dan tahu segala sesuatu (1 Kor 2:10),
  • Ia dapat berduka (Efesus 4:30),
  • Roh Kudus berdoa bagi kita (Roma 8: 26-27)
  • Roh Kudus memutuskan sesuai kehendak-Nya (1 Kor 12:7-11)
  • Ia memberi penghiburan dan pertolongan (Yoh 14:16,26)

Kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita, pasti membawa dampak bagi diri kita. Sama seperti Petrus yang sebelumnya menyangkal Yesus diubahkan menjadi pribadi yang matang dan kotbahnya menggugah begitu banyak orang. Sama seperti murid-murid yang sebelumnya “biasa-biasa” saja, menjadi pribadi-pribadi luar biasa yang mengabarkan Kabar Sukacita Kristus ke tengah dunia.

Lalu bagaimana agar hidup kita bisa dipenuhi oleh Roh Kudus: Cobalah baca Lukas 2:38! Selamat mengalami Roh Kudus!

Oleh: Pdt. Roy Alexander Surjanegara

Read More →
Exemple

Pinguin

Jemaat kekasih Tuhan Yesus,
Anda tentu mengenal binatang pinguin. Banyak orang, terutama anak-anak, sangat menyukai binatang ini. Selain lucu dan menggemaskan, tingkah polah pinguin selalu mengundang kekaguman. Mungkin karena itulah, kehidupan pinguin sering diabadikan dalam bentuk film animasi, di antaranya: Penguins of Madagaskar, March of the Penguins, Surf’s Up, Happy Feet 1 & 2. Mungkin Anda salah satunya yang tidak pernah bosan menyaksikannya.

Jika Anda sempat berkunjung ke Yerusalem, khususnya konon di tempat di mana Yesus mengadakan Perjamuan Malam terakhir, ruang yang digunakan terdapat beberapa pilar penyangga bangunan. Ternyata, di ujung atas pilar itu ada relief pinguin yang begitu kentara. Para penjaga menjelaskan, bahwa relief pinguin itu sengaja dibuat untuk menunjukkan cinta kasih Yesus yang tulus berkorban demi keselamatan umat manusia.

Ketika kita mengamati kehidupan pinguin, memang ada hal yang menakjubkan. Jika badai besar melanda dan tidak ada persediaan makanan yang cukup, maka ibu pinguin akan memberikan tubuhnya sendiri demi memberi makanan bagi anaknya dan anaknya bisa tetap bertahan hidup. Pengorbanan ini tidak jarang menimbulkan kematian bagi sang induk.

Memang, pengorbanan pinguin bagi anaknya tidak seberapa dibandingkan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Pengorbanan Yesus tidak hanya untuk satu orang, melainkan untuk seluruh umat manusia di dunia ini. Kesediaan-Nya menderita dan disalibkan adalah bentuk ketulusan dan cinta kasih yang semestinya menjadi inspirasi bagi kita semua.

Namun minimal, sekalipun hanya binatang, Pinguin bisa menunjukkan sikap berkorban. Kita diciptakan Tuhan tidak hanya dibekali akal budi, tetapi juga hati nurani, yang bisa kita gunakan untuk bersikap empati dalam setiap pengambilan keputusan. Dengan bersikap demikian, kita disebut sebagai seorang yang bijaksana.

Oleh: Pdt. Wee Willyanto

Read More →
Exemple

PEMBUKAAN JUBELIUM

Jemaat kekasih Tuhan Yesus,

Hari Kamis, 25 Mei 2017 yang akan datang, bertepatan dengan perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke surga, akan ada 2 acara yang digelar. Pertama, kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus, baik bertempat di Gereja Kristen Indonesia, Jln. Maulana Yusuf 20 Bandung (GKI-MY), dan di Bajem Kawaluyaan.

Kedua, akan digelar acara “Lintas Generasi Beragam Aksi” di GKI-MY pada pukul 17.00. Acara ini merupakan pembukaan dari berbagai rangkaian acara Jubelium GKI – MY yang puncaknya bertepatan pada HUT ke-50 pada tanggal 18 September 2017 yang akan datang.

Pada acara “Lintas Generasi Beragam Aksi” tersebut akan ditampilkan sebuah drama, yang diperankan oleh semua unsur, terutama para Penatua dan Pendeta. Tema yang diangkat pun cukup menarik. Sekilah berkisah tentang seseorang yang mengalami keterpurukan, yang bisa dialami siapapun juga. Namun di dalam Tuhan, tidak pernah ada kata terlambat. Dan Tuhan mampu menyentuh hidup orang, siapapun juga, untuk bukan saja mengingat-Nya, melainkan mengalami perjumpaan dengan-Nya secara pribadi.

Selain drama, juga akan ada acara Perkusi Alat Dapur, yang dimainkan oleh anak-anak Sekolah Minggu; persembahan pujian dari PS. Immanuel, PS. Gabungan, Rachmat & Friends, dan Gordon T-Five; serta Arbab dari Unit Usia Indah. Semuanya tidak sekedar mengenang pelayanan selama 50 tahun yang telah berlalu, namun merupakan ekspresi menyambut masa depan, bahwa pelayanan yang sesungguhnya adalah bermula dari hati yang rindu untuk memuliakan Tuhan.

Marilah kita hadir dan ikut merasakan kebersamaan, sambil memupuk jiwa pelayanan, bahwa Tuhan telah menanugerahkan usia 50 tahun untuk GKI – MY. Memasuki fase kedua 50 tahun mendatang, inilah saatnya kita berkontribusi secara aktif melalui keikut-sertakan kita dalam berbagai bidang pelayanan yang ada, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yesus, Sang Kepala Gereja. Kemuliaan hanya untuk Dia. ** Pdt. Wee Willyanto

Read More →
Exemple

J A L A N

Jemaat kekasih Tuhan Yesus,

Mungkin kita tidak menyadari, bahwa orang Kristen zaman dulu lebih banyak dikenal dengan sebutan “pengikut Jalan (Tuhan)” (lih. Kisah Rasul 9:2; 22:4). Bahkan dulu, kata ‘Kristen’ atau ‘Khristianos’ pun sebenarnya berarti melecehkan : “orangnya si Khristos.”

Namun itulah kenyataannya. Menjadi Kristen berarti berada dalam perjalanan di jalan Tuhan, yakni mengikuti, menyaksikan, dan ikut mewujudkan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Injil Yohanes memunculkan Yesus sebagai Sang Jalan yang kita pilih dan kita ikuti. Suka atau tidak, Dia adalah Jalan yang kita ikuti dan pilih!

Yohanes 14:1-14 menjelaskan ada 4 hal yang penting. Pertama, Yesus tetap melayani kita, sekalipun Ia telah pergi (ayat 2-3). Kedua, Yesus Kristus adalah Jalan menuju Bapa. Bahkan tanpa Kristus, kita tidak mungkin mengenal Sang Bapa. Ketiga, Sang Jalan yang kita sambut dengan iman ini sekaligus adalah kebenaran dan hidup kita. Artinya, sekalipun kita penuh dosa, namun kita dibenarkan-Nya dan memperoleh hidup ketika kita melakukan langkah iman, yaitu percaya kepada Kristus.

Keempat, kita memperoleh jaminan surgawi dari Tuhan. Ini merupakan janji eskatologis bagi kita juga, bahwa kelak setiap orang percaya akan bertemu dengan-Nya dalam rumah Bapa. Hanya orang-orang yang sungguh mengenal Yesus yang akan menerimanya (ayat 4-5). Janji ini adalah penghiburan dan peneguhan bagi iman kita. Dengan demikian, kita yang berstatus sebagai pengikut-Nya haruslah merespon dengan langkah yang konkret, yang berpadanan dengan status anugerah kita.

Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan adalah fakta kebenaran Ilahi. Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Sebagai murid, kita tahu “ke mana Tuhan pergi” (ayat 4), yakni menuju jalan yang mewujudkan kehendak Sang Bapa yang niscaya penuh kemuliaan.

Tidak ada jalan lain, selain Dia! Jalan Keselamatan tidak bisa digantikan dengan jalan apapun! Kita tidak sekedar memberitakan, bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Namun kita juga dengan sadar berani memprioritaskan Dia dari apapun, termasuk kemapanan dunia ini. **Pdt. Wee Willyanto

 

Read More →
Exemple

Pergilan Dan Perbuatlah Demikian

Apa respon anda ketika orang yang sangat membenci anda sedang sakit keras dan sangat membutuhkan bantuan anda? Ada beberapa respon yang bisa anda pilih. Anda akan bersikap masa bodo. Dalam hati anda berkata, ”Saya hanya bersedia menolong keluarga dan kerabat dekat saya. Saya lebih tidak ada waktu membantu orang yang selama ini membenci saya. Cuma buang waktu! Sorry…” Continue reading Pergilan Dan Perbuatlah Demikian

Read More →
Exemple

Berjumpa dengan Allah

Ada moto bagus : Ora et Labora! Artinya: bekerja dan berdoa. Keduanya satu kesatuan. Tidak boleh dipisahkan. Anda harus bekerja atau belajar sekeras-kerasnya, tapi jangan pernah lupa menyediakan waktu untuk berdoa. Sebaliknya, jangan terus-menerus berdoa, lalu berharap Tuhan mengerjakan semua persoalan untuk anda sementara anda enak-enakan berpangku tangan. Continue reading Berjumpa dengan Allah

Read More →