Rekonsiliasi dan Pemeliharaan Tuhan

arsiv

Exemple

Rekonsiliasi dan Pemeliharaan Tuhan

Featured Post

Tidak terasa tahun telah berganti, sepertinya baru beberapa waktu lalu memasuki tahun 2016.  Setiap kali menjelang pergantian tahun kita berefleksi banyak hal yang ingin kita raih namun belum terpenuhi. Melihat perjalanan panjang yang lalu kita patut bersyukur kepada Tuhan, bagaimanapun penyertaan dan berkat berkat-Nya membuat diri kita tetap ada sampai hari ini. Kita bisa bercengkrama bersama keluarga dalam keadaan sehat dan penuh sukacita bersama kerabat dan handau taulan.
Continue reading Rekonsiliasi dan Pemeliharaan Tuhan

Read More →
Exemple

Selamat Hari Ibu & Natal 2016

When you were 12 years old she warned you not to watch certain TV shows,

You thanked her by waiting until she was gone to watch them.

When you were 13 she suggested a haircut that was becoming,

You thanked her by telling she had no taste.

When you were 14 she paid for a month away at summer camp,

You thanked her by forgetting to write a single letter.

When you were 15 she came home from work, wanting a hug,

You thanked her by having your bedroom door locked. When you were 16 she taught you how to drive her car,

You thanked her by taking it every chance you could get.

When you were 17 she was expecting an important phone call,

You thanked her by using the home phone with your friend all night.

When you were 18 she cried at your high school graduation,

You thanked her by staying out partying until dawn.

When you were 19 she paid your college tuition,  drove you to campus, carried your bags,

You thanked her by saying goodbye outside the dorm  so you wouldn’t be embarrassed in front of your new friends.

When you were 25 she helped organize your wedding, and told you how deeply she loved you,

You thanked her by moving halfway across the country.

When you were 50 she got sick and needed you to take care of her,

You thanked her by reading about the burden parents become.  

And then one day she quietly died And everything you never did came crashing down like lightning on your heart I love you mom,  I wish I thanked you more  
(anonim)

Kebaikan hati seorang ibu dan kasih Bapa yang kita peringati dalam Natal, adalah sebuah karunia yang seringkali terabaikan oleh penerimanya. Kita menganggap semua itu sebagai pemberian yang sudah sewajarnya, taken for granted, sehingga merespon seadanya seperti ditunjukkan dalam puisi di atas.

Momen hari Ibu dan Natal, sama-sama mengingatkan kita akan karya pengorbanan atas dasar kasih yang memungkinkan hidup menjadi lebih indah bagi kita. Kita diingatkan bahwa kehidupan yang kita jalani tidak pernah terlepas dari karya-karya pengorbanan yang dilakukan orang lain, dan Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita dan rela melepaskan kenyamanan mereka demi kenyamanan kita.

Oleh karena itu, biarlah masa Natal ini kita boleh berusaha lebih keras lagi untuk merespon tindakan kasih dari Allah dan orang-tua kita dengan sepantasnya. Nyatakanlah syukur dan kasih kita kepada Allah dan para orang-tua kita dengan suatu tindakan pengorbanan yang tulus, sebagai bakti kita kepada mereka. Selamat hari Ibu dan Natal 2016, Tuhan memberkati!-Pdt. Roy Alexander Surjanegara  

Read More →
Exemple

Mengejar Maya di Tengah Gemerlapnya Kota

Sebarisan anak muda rela antri di depan kasir café kopi tempat saya duduk. Entah kenapa, pikiran saya melayang, bukankah mestinya mereka di kamar tidur mengerjakan tugas kuliah atau membaca buku-buku sesuai dengan tuntutan pelajaran dari kampus? Ah! Saya terlalu jauh berpikir memang. Tak pantas rasanya saya menuduh mereka kelas menengah ngehe!

Tapi menjadi lain memang, ketika lebih sering berjumpa dengan kebanyakan orang-orang muda yang suka duduk sambil pegang gadget sembari bercanda setengah tak fokus dengan teman-temannya di “tempat nongkrong”. Mengejar supaya dibilang, “Lo gaul yah!” Sesekali sambil share check in location. Continue reading Mengejar Maya di Tengah Gemerlapnya Kota

Read More →
Exemple

Sudahkah Ibadah?

Sudah ibadah? Sebuah perkataan atau tepatnya sebuah pertanyaan yang lazim kita dengar pada hari minggu. Mungkin kita pernah mengucapkannya ataupun justru pertanyaan itu ditujukan kepada kita. Apakah jawaban kita bila ditanya demikian? Atau jawaban apa yang sering kita dengar?

Setiap mendengar kata ibadah, maka pikiran kita langsung tertuju kepada Ibadah Minggu atau Kebaktian Minggu. Suatu aktivitas rutin setiap Minggu yang tidak boleh dilewatkan sebagai orang kristen. Kalau sudah Ibadah Minggu di gereja, merasa sudah melaksanakan kewajiban sebagai seorang yang mengaku Kristen. Bila belum maka merasa ada yang kurang atau bahkan merasa bersalah karena belum melaksanakan kewajibannya. Bahkan tidak jarang kehadiran dalam Ibadah Minggu dipakai sebagai “ukuran” apakah dia seorang Kristen yang taat atau bukan. Continue reading Sudahkah Ibadah?

Read More →