BERJAGA SAMBIL BERDOA

Exemple

BERJAGA SAMBIL BERDOA

Dahulu waktu masih di asrama, setiap kali akan berdoa makan, hampir semua teman saya berjaga-jaga, menjaga lauknya, terutama kalau lauknya yang istimewa. Mengapa? Supaya lauknya tidak diambil oleh teman yang lain. Ada-ada saja memang, tetapi itulah yang terjadi, tidak cukup hanya berdoa, mesti berjaga-jaga juga, kalau tidak lauk yang istimewa itu bisa raib entah kemana. Masa Adven kembali tiba. Kata “adven” berasal dari bahasa Latin “advenire” yang berarti “datang” atau “adventus” yang berarti “kedatangan”. Maka pada masa kini, masa adven dimaknai sebagai masa menantikan kedatangan Yesus kembali, sama seperti Umat Israel pada zaman dulu menantikan Mesias. Dalam menantikan kedatangan Yesus ini, sikap berjaga sambil berdoa adalah sebuah sikap spiritualitas yang diharapkan dari umat Allah.

Pada dasarnya manusia senang terhadap hal-hal yang bersifat pasti! Merasa tenang, aman, yakin, lebih percaya diri dan terjamin pada kepastian-kepastian itu. Sehingga manusia akan berusaha melakukan dan mencari dengan berbagai cara untuk mendapatkan kepastian itu. Padahal siapa yang bisa memastikan yang pasti-pasti itu? Termasuk ketika menanti kedatangan Yesus kembali, sikap berjaga sambil bedoa mungkin merupakan suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Manusia tidak suka hidup dalam ketidakpastian, manusia tidak nyaman hidup dengan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Padahal Alkitab dengan jelas menuliskan tidak ada seorangpun yang tahu kapan Yesus datang kembali.

Apa yang akan terjadi jika manusia tidak berjaga sambil berdoa? Mengutip teman-teman saya yang melindungi lauk istimewanya saat berdoa makan, supaya yang istimewa itu tidak hilang. Demikian juga dengan hal beriman. Kita diminta untuk berjaga sambil berdoa agar tidak kehilangan iman kita di dalam Yesus Kristus. Melalui perumpamaan tentang pohon ara, Yesus menjelaskan tanda-tanda kedatangan Anak Manusia. “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” akan membuat kita tetap teguh, setia dan bertahan sampai pada kesudahannya. Dengan berjaga sambil berdoa akan membuat iman kita semakin bertumbuh dan semakin siap menyambut kedatangan-Nya!

 

Oleh : Pdt. Esther S. Hermanus

Komentar Anda