PARTISIPASI YANG SEMPURNA!

Exemple

PARTISIPASI YANG SEMPURNA!

Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” – Kejadian 1:28

Inilah firman yang Allah berikan kepada manusia, segera setelah bumi dan segala isinya selesai diciptakan. Manusia mendapat mandat untuk memelihara kehidupan bumi dan segala isinya. Setelah itu Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik!

Dalam tuturan kisah penciptaan di kitab Kejadian, Allah bukan sekedar menghadirkan berbagai mahluk dan alam semesta: Ia memberi mandat untuk saling berelasi dan saling memelihara kehidupan. Terkadang manusia menafsirkan ayat ini sebagai kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya untuk berlaku semena-mena terhadap alam ciptaan. Akibatnya, seringkali perilaku manusia justru menjadi destruktif dan tidak mempedulikan bumi dan mahluk ciptaan lain. Egosentrisme manusia kemudian justru menjadi sumber kehancuran alam yang telah Tuhan ciptakan dengan sungguh amat baik!

Berita kasih tentang pemeliharaan Allah atas kehidupan diulangi kembali di dalam Perjanjian Baru. Melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, kehidupan yang hancur akibat dosa, mendapatkan penebusan dan pemulihan dari Allah. Sebuah karya “penciptaan baru” telah Ia lakukan, dan Ia mengutus para murid-Nya untuk mengabarkan Kabar Baik (Injil) ini (Matius 28:19-20).

Ketika kita menengok kepada sejarah umat manusia beberapa dekade terakhir, maka kita perlu tertunduk malu melihat betapa manusia telah gagal menyadari panggilan agung untuk memelihara dan merawat kehidupan bersama alam ciptaan. Agama, keyakinan iman, dan ideologi dimanipulasi dan menjadi selubung paling laku untuk menyelimuti keserakahan dan arogansi manusia. Lihatlah potret-potret kehancuran akibat perang, eksploitasi alam, dan kelalaian manusia terhadap alam ciptaan yang Tuhan percayakan kepadanya.

Saat ini, kita butuh sebuah pertobatan paradigma misi Kristen. Tuhan tidak memanggil kita untuk menuntut orang lain agar bersedia mengubah kolom agama di KTP mereka. Tuhan memerintahkan kita untuk memelihara kehidupan sebagai sesama ciptaan. Itulah partisipasi yang sempurna kita sebagai manusia ciptaan Tuhan!

Oleh: Pdt. Roy Alexander Surjanegara

Komentar Anda