J A L A N

Exemple

J A L A N

Jemaat kekasih Tuhan Yesus,

Mungkin kita tidak menyadari, bahwa orang Kristen zaman dulu lebih banyak dikenal dengan sebutan “pengikut Jalan (Tuhan)” (lih. Kisah Rasul 9:2; 22:4). Bahkan dulu, kata ‘Kristen’ atau ‘Khristianos’ pun sebenarnya berarti melecehkan : “orangnya si Khristos.”

Namun itulah kenyataannya. Menjadi Kristen berarti berada dalam perjalanan di jalan Tuhan, yakni mengikuti, menyaksikan, dan ikut mewujudkan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Injil Yohanes memunculkan Yesus sebagai Sang Jalan yang kita pilih dan kita ikuti. Suka atau tidak, Dia adalah Jalan yang kita ikuti dan pilih!

Yohanes 14:1-14 menjelaskan ada 4 hal yang penting. Pertama, Yesus tetap melayani kita, sekalipun Ia telah pergi (ayat 2-3). Kedua, Yesus Kristus adalah Jalan menuju Bapa. Bahkan tanpa Kristus, kita tidak mungkin mengenal Sang Bapa. Ketiga, Sang Jalan yang kita sambut dengan iman ini sekaligus adalah kebenaran dan hidup kita. Artinya, sekalipun kita penuh dosa, namun kita dibenarkan-Nya dan memperoleh hidup ketika kita melakukan langkah iman, yaitu percaya kepada Kristus.

Keempat, kita memperoleh jaminan surgawi dari Tuhan. Ini merupakan janji eskatologis bagi kita juga, bahwa kelak setiap orang percaya akan bertemu dengan-Nya dalam rumah Bapa. Hanya orang-orang yang sungguh mengenal Yesus yang akan menerimanya (ayat 4-5). Janji ini adalah penghiburan dan peneguhan bagi iman kita. Dengan demikian, kita yang berstatus sebagai pengikut-Nya haruslah merespon dengan langkah yang konkret, yang berpadanan dengan status anugerah kita.

Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan adalah fakta kebenaran Ilahi. Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Sebagai murid, kita tahu “ke mana Tuhan pergi” (ayat 4), yakni menuju jalan yang mewujudkan kehendak Sang Bapa yang niscaya penuh kemuliaan.

Tidak ada jalan lain, selain Dia! Jalan Keselamatan tidak bisa digantikan dengan jalan apapun! Kita tidak sekedar memberitakan, bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Namun kita juga dengan sadar berani memprioritaskan Dia dari apapun, termasuk kemapanan dunia ini. **Pdt. Wee Willyanto

 

Komentar Anda