Dari Meja Perjamuan, Lalu Diutus!

Exemple

Dari Meja Perjamuan, Lalu Diutus!

Etos kerja dunia pada masa kini adalah bekerja keraslah untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Etos kerja ini bagus ketika dia mendorong kita untuk menghadapi hidup dengan serius. Jadilah pekerja keras! Tetapi etos ini bisa negatif bila etos ini mempertebal pementingan diri sendiri.

Orang bekerja sekeras-kerasnya demi memuaskan diri sendiri. Orang yang dikuasai ego selalu melihat orang lain sebagai obyek atau instrumen yang bisa dieksploitasi. Gunanya? Agar meraup keuntungan sebesar-besarnya. Sepanjang masih menguntungkan, seseorang diperlakukan dengan baik. Bila sudah tidak bermanfaat, orang itu akan dicampakan. Habis manis, sepah dibuang!

Perjamuan Kudus dan pengutusan para murid menunjukkan etos hidup Allah, etos hidup Kristiani yang berbeda dengan etos hidup modern. Mari kita lihat! Perjamuan Kudus adalah saat dimana kita merayakan peristiwa Yesus yang memberikan tubuh dan darah-Nya untuk keselamatan dunia ini. Yesus bukan hadir untuk mengeksploitasi manusia, tetapi untuk melayani. Yesus tidak menjadikan manusia sebagai obyek atau instrument, tetapi untuk mengangkat manusia pada kemanusiaannya. Yesus tidak mempertahankan egonya.

Sebaliknya, Ia mengatasi ego dan pementingan diri, lalu Ia merangkul dan menyelamatkan manusia dan dunia ini. Pengutusan para murid untuk menyampaikan Injil keselamatan. Para murid diutus untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir kuasa setan yang menindas manusia. Pengutusan itu dijiwai semangat ‘beyond selfishness’ yang mengatasi pementingan diri sendiri.

Dua peristiwa di atas, Perjamuan Kudus dan Pengutusan, menunjukkan bahwa Allah di dalam Yesus bukanlah Allah yang egosentrik. Bukan Allah juga yang rakus pada penyembahan dan pujian. Sebaliknya, Allah mengatasiegoism dan pementingan diri-Nya. Ia khusus datang untuk melayani dan menyelamatkan kita!

Komentar Anda