Berjumpa dengan Allah

Exemple

Berjumpa dengan Allah

Ada moto bagus : Ora et Labora! Artinya: bekerja dan berdoa. Keduanya satu kesatuan. Tidak boleh dipisahkan. Anda harus bekerja atau belajar sekeras-kerasnya, tapi jangan pernah lupa menyediakan waktu untuk berdoa. Sebaliknya, jangan terus-menerus berdoa, lalu berharap Tuhan mengerjakan semua persoalan untuk anda sementara anda enak-enakan berpangku tangan.

Kita hidup dalam dunia yang serba sibuk. Banyak orang bangun pagi saat subuh, lalu pergi bekerja hingga larut malam. Kalau pun bisa pulang lebih cepat, waktu yang ada dialokasikan untuk aktifitas-aktifitas lain yang sama pentingnya. Kita manusia multi dimensi. Punya multi komitmen. Sibuk di sini, repot di sana. Putar otak untuk pekerjaan ini, banting tulang untuk pelayanan di sana.  Berkejaran dengan waktu. Lari ke sana, ngebut ke sini. Rencana dan aktifitas berpuluh-puluh. Pikiran terbagi-bagi. Mau tidur pun pusing : mikirin sana, mikirin sini. Semuanya Penting. Tak ada waktu istirahat. Tidak punya kesempatan berdoa, mengalami perjumpaan, dan memasuki relasi intim dengan Tuhan. Tak ada kesempatan dibisik dan dijamah Tuhan. Kita sibuk tetapi hati kita kering. Spritualitas kita gersang. Kita seperti Marta yang cekatan melayani tetapi mengalami kedangkalan spiritualitas. Hatinya kosong! Pelayanannya penuh kemarahan, berjejal kejengkelan, sesak dengan iri hati. Melayani tanpa hati! Tanpa sukacita!

Sama seperti Marta, Maria pun perempuan cekatan. Ia perempuan sibuk. Punya multi komitmen. Banyak tanggungjawab. Tetapi, Maria tahu, di tengah kesumpekan kerja, ia perlu berjumpa dengan Yesus! Ia pun bersimpuh di kaki-Nya. Membangun keintiman. Memasuki kedalaman relasi dengan-Nya. Yesus menjamah hatinya. Menyegarkan jiwanya. Mengokohkan spritualitasnya.  Pilihan Maria tepat. Sesibuk apa pun, Maria sediakan waktu berjumpa dengan Yesus! Itulah sumber kekuatan spiritualitasnya!

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *